TribunLampung/

Terbukti Korupsi Belanja Barang, Ini Hukuman bagi Mantan Kadis Kominfo Pringsewu

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu, Sugesti Hendarto, dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi

Terbukti Korupsi Belanja Barang, Ini Hukuman bagi Mantan Kadis Kominfo Pringsewu

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu, Sugesti Hendarto, dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi proyek belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu tahun anggaran 2015.

Perbuatan Sugesti terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan,” ujar hakim ketua Syamsudin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (17/7/2017).

Majelis hakim juga menghukum Sugesti membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 51 juta yang dikompensasikan dengan uang titipan yang diberikan terdakwa saat masa penuntutan.

Apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk membayar uang pengganti. Jika harta benda tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama sembilan bulan.

Di dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai Sugesti tidak terbukti memperkaya diri sendiri, atau orang lain atau korporasi. “Fakta persidangan tidak ditemukan bahwa kekayaan diri sendiri atau orang lain atau korporasi bertambah,” jelas Syamsudin.

Atas putusan ini, Sugesti menyatakan menerima sedangkan jaksa pikir-pikir. Sugesti menjadi terdakwa dikarenakan mengorupsi uang negara para proyek belanja barang di Dinas Komunikasi dan Informatika Pringsewu tahun anggaran 2015.

Proyek bernilai Rp 94,37 juta ini akan diserahkan kepada pihak ketiga.Sugesti lalu menghubungi Direktur CVAdhya Pratama, Arief, untuk meminjam perusahaan Arief sebagai pekerja di proyek tersebut.

Proyek tersebut berupa pengadaan dua unit tower senilai Rp 65 juta, dua paket radio senilai Rp 15 juta dan dua unit PC computer senilai Rp 14,2 juta. Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut tidak sesuai dengan mekanisme yang ada dimana hanya diketahui oleh Sugesti tanpa melibatkan panitia pengadaan proyek.

Di dalam kenyataannya, Arief tidak memasang satu unit tower di halaman samping puskesmas Fajar Mulya. Pemasangan itu malah dilakukan pihak lain atas nama Dobby Irawan. Dobby melakukan pemasangan atas perintah Sugesti.

Sugesti lalu membayar Dobby sebesar Rp 30 juta. Untuk pemasangan satu unit tower di Pardasuka, dua paket radio dan dua unit PC komputer tidak dilakukan Arief. Namun pencairan dana sebesar Rp 84,35 juta tetap dilakukan oleh panitia atas perintah Sugesti ke rekening Arief.

Arief lalu menyerahkan uang itu ke Sugesti. Dana itu lalu sebesar Rp 30 juta diberikan Sugesti ke Dobby sebagai upah pemasangan towe. Dari perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diketahui kerugian negara sebesar Rp 51,85 juta.

Tags
Pringsewu
Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help