TribunLampung/

Djoko Pelapor Kasus Setoran Proyek 14 Miliar Siap Lahir Batin Jika Dijebloskan ke Sel Tahanan

“Saya sudah siap lahir bathin, kalau harus masuk tahahan,” ujar Djoko Prihartanto ditemui di Kejaksaan Tinggi Lampung.

Djoko Pelapor Kasus Setoran Proyek 14 Miliar Siap Lahir Batin Jika Dijebloskan ke Sel Tahanan
Tribunlampung/Romi
Djoko Prihartanto 

Laporan wartawan Tribun Lampung Romi Rinando

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Djoko Prihartanto pelapor kasus setoran proyek di lingkungan pemerintah provinsi Lampung, senilai Rp 14 miliar mengaku siap lahir jika dijebloskan ke sel tahanan.

“Saya sudah siap lahir bathin, kalau harus masuk tahahan,” ujar Djoko Prihartanto ditemui di Kejaksaan Tinggi Lampung, disela-sela pelimpahan tahap kedua dari Polda Lampung ke Kejaksaan, Selasa,(18/7/2017).

“Saya siap lahir bathin,apapun yang terjadi, saya menghormati proses hukum, dan semua sudah saya ungkap,” kata Djoko yang datang didampingi dua kuasa hukumnya Erik Subarkah, Septia Riza, beserta istri pertama dan tiga anakanya.

Pantauan tribun, Djoko datang lebih dulu ke Polda Lampung sekitar pukul 09.00.WIB, setelah menjalani pemeriksaaan, di Polda, Djoko kemudian, menjalani tes kesehatan, setelah itu dilimpahkan ke Kejati.

Kasus setoran proyek 14 miliar yang bergulir sejak agustus 2016 bermula laporan Djoko Prihartanto mantan kasubbid Sarana dan Prasarana Bakorluh Provinsi Lapung melaporkan mantan kepala biro perekonomian pemrov Lampung Farizal Badri Zaini ke Polda Lampung terkait dugaan penipuan uang setoran proyek Rp 14 miliar, yang merupakan uang setoran para rekanan.

Dalam laporannya, Djoko mengaku disuruh Farizal mencari rekanan guna menggarap proyek. Djoko mendapatkan 11 calon rekanan dan menyetorkan uang kepada Farizal. Belakangan, tidak ada pekerjaan yang dijanjikan. Sejumlah rekanan mengejar Djoko untuk meminta pengembalian uang.

Setelah Farizal ditetapkan sebagai tersangka ditahan Polda Lampung dan kini sudah menjadi terdakwa tengah menjalani agenda persidangan di pengadilan negeri Tanjung Karang, Polda kemudian dilanjutkan penyidikan terhadap Djoko Prihartanto.

Djoko disiik Polda Lampung atas laporan rekanan Frans Tanada, ke Polda awal September 2016. Hasil penyidikan kasus Farizal dan Djoko awalnya dipegang Ditkrimum Polda Lampung, pun diambil alih ditrektorat kriminal khusus Polda Lampung.(*)

Penulis: Romi Rinando
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help