TribunLampung/

Selamat, Aiptu Rutaman Dapat Penghargaan dari Kapolri

Aiptu Rutaman melakukan pertolongan kepada korban pemudik lebaran yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat melintas di wilayah hukum Polres Way

Selamat, Aiptu Rutaman Dapat Penghargaan dari Kapolri
Tribunlampung/Anung
Banit Satlantas Polres Way Kanan Aiptu Rutaman (43) berfoto bersama Kaporli Jendral Tito Karnavian usai menerima penghargaan di Mabes Polri. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BLAMBANGAN UMPU - Usai mendapat reward langsung dari Kapolda Lampung Irjend Sudjarno, Banit Satlantas Polres Way Kanan Aiptu Rutaman (43) di Polda Lampung, pada hari Selasa 18 juli 2017 kembali mendapatkan Reward dari Kapolri Jenderal M Tito Karnavian dengan didampingi Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul Kurniawan di Mabes Polri.

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang melampai tugas pokoknya yaitu pada pelaksanaan operasi ramadniya Krakatau 2017 Aiptu Rutaman melakukan pertolongan kepada korban pemudik lebaran yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada saat melintas di wilayah hukum Polres Way Kanan.

Penyerahan piagam penghargaan dilakukan dalam satu upacara di rupataman mabes polri, secara berurut, piagam pengharagaan pertama kali diberikan kepada banit satlantas polres way kanan Aiptu Rutaman dan sejumlah perwira tinggi dari Kapolri Jendral M. Tito Karnavian.

Kapolres Way Kanan AKBP Budi Asrul kurniawan mengatakan tiada yang lebih bangga dari pemberian penghargaan ini, seperti harapan bapak Kapolri menjadi motivasi bagi anggota ke depan dan saya pribadi mengajak seluruh anggota kepolisian resor way kanan untuk senantiasa responsif terhadap setiap laporan masyarakat. Personil yang berdedikasi tinggi memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. “Karenanya momen ini sangat bagus dan selaras dengan kebijakan Kapolri bagaimana institusi kepolisian selalu cepat tanggap , Promoter dan responsive layani masyarakat," imbuhnya.

Aiptu Rutaman, tidak menyangka mendapat penghargaan langsung dari Kapolri Jendral Tito Karnavian. ‎"Saya terharu dapat begini (reward) dan Alhamdullilah langsung dari Jenderal (Kapolri). Terima kasih banyak semuanya terutama untuk doanya‎," ujarnya.

Kejadian, saat itu pada Rabu 28 Juni 2017, ada keluarga pemudik, dari Bandung menuju Bengkulu, melintas di Jalinteng Sumatera, Waykanan, dini hari.

Mobil yang ditumpangi oleh Imran Ngatjik ini masuk kedalam jurang, kira-kira sedalam ‎15 meter. Anak bungsu dan isteri serta Imran selamat, anaknya dan Isteri menuju posko lebaran terdekat. Keduanya kembali kelokasi kejadian, bersama dengan dua orang polisi. Mereka sekeluarga, serta barang bawaannya dievakuasi menggunakan mobil patroli.

Keluarga tersebut dibawa ke RSUD Waykanan. Anaknya di rontagen, dengan biaya Rp 750 ribuan, sedangkan Imran hanya memegang Rp 400 ribu. Sedangkan, anaknya harus di suntik ATS anti alergi dan dirujuk ke RS Swasta. Dirinya meminta tolong komandan jaga waktu itu (Aiptu Rustaman) untuk mengantarkan ke RS Swasta yang jarak tempuhnya sekitar 30 menit. Beliau bersedia mengantarnya, sembari mencari ATM untuk mengambil kekurangan uang. Uang yang ada dititip ke isterinya Rp 400 ribu. Akan tetapi, ‎ATM tidak ada yang buka pada saat itu. Kemudian, ia bilang ke pak Rutaman, jika dirinya tidak punya uang. Kata Aiptu Rutaman; "nanti kita liat tagihannya berapa, kalau tidak cukup pakai uang Saya dulu" masya allah.

Alhasil, setelah dilakukan penindakan terhadap anaknya, kekurangan tagihan Rp 350 ribuan ditalangi Aiptu Rutaman. Kemudian, mereka menuju Polres Waykanan, dan ada ATM disana. Ia akhirnya mengembalikan uang P. Rutaman. Setelah itu, kembali ke RSUD Waykanan untuk jemput anak dan isterinya. Mereka sekeluarga bersama menuju Polres Waykanan yang saat itu pukul 07.30. Demikian tulis Imran Ngatjik di halaman Facebooknya, yang mengutip cerita Junaidi Hasyim dari Bandung‎.

Cerita tersebut, terang Rutaman akhirnya menjadi viral karena disebarkan orang melalui media sosial. "Sebelumnya tidak menyangka kalau jadi begini (viral dimedsos). kalau nama saya tersebar lewat Whats App. Itu saja. Makanya masih agak tidak menyangka kalau jadi gede begini. Saya bukan pengguna medsos, jadi nggak tahu kalau jadi ramai, " kata pria yang sudah 15 tahun bertugas dan jadi mentor lakalantas di Polres Way Kanan.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help