13 Tahanan Kabur Lewat Jamban

Para tahanan menggali sebuah terowongan yang disamarkan sebagai jamban di bawah tembok tinggi.

Sisa-sisa Penjara Camp Street yang terbakar saat terjadi kerusuhan terlihat di Georgetown, Guyana, dalam foto yang dirilis 10 Juli 2017. Foto diambil dengan pesawat tak berawak. (Foto: Dokumentasi) (Reuters) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GEORGETOWN - Pihak berwenang di Guyana, Selasa (25/7/2017), masih memburu 13 tahanan yang melarikan diri dari penjara, beberapa minggu setelah pembobolan di penjara lainnya.

Polisi di negara yang terletak di Amerika Selatan tersebut mengatakan para tahanan menggali sebuah terowongan yang disamarkan sebagai jamban di bawah tembok tinggi untuk melarikan diri dari Penjara Lusignan, sebuah penjara di pantai timur negara itu.

Penjara Lusignan baru-baru ini diperkuat, setelah ratusan narapidana dipindahkan ke sana dari Penjara Georgetown, yang terbakar setelah narapidana menyalakan api untuk memprotes kondisi di penjara dan penundaan persidangan yang panjang.

Tujuhbelas narapidana tewas dalam kebakaran tahun lalu, dan sebagian besar dari ratusan lainnya yang pernah ditahan di Georgetown telah dipindahkan ke penjara lain.

Seorang pejabat senior kepolisian mengatakan, 13 orang yang melarikan diri antara Minggu (23/7/2017) malam waktu setempat.

Pada  Senin (24/7/2017) pagi waktu setempat "orang-orang yang benar-benar jahat" melarikan diri dan polisi tersebut meminta masyarakat untuk berhati-hati.

Empat tahanan lainnya yang lolos dari penjara Georgetown yang terbakar itu juga masih buron.

Dengan menggunakan pistol yang diselundupkan ke dalam penjara, mereka melarikan diri dari penjara lebih dari dua minggu lalu setelah membunuh seorang penjaga.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved