TribunLampung/
Home »

News

» Jakarta

Diminta Jelaskan Perkembangan Kasus Novel, Kapolri Akan Menghadap Jokowi

Presiden Jokowi mengatakan, dirinya telah meminta Tito untuk menjelaskan kasus Novel.

Diminta Jelaskan Perkembangan Kasus Novel, Kapolri Akan Menghadap Jokowi
ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Sejumlah pegawai KPK menggelar doa bersama untuk Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/7/2017). Doa bersama yang dihadiri pimpinan, mantan pimpinan, dan pegawai KPK serta istri dari Novel Baswedan, Rina Emilda, itu digelar dalam rangka memperingati 100 hari peristiwa penyerangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian akan menghadap Presiden RI Joko Widodo pada Senin (31/7/2017), untuk menjelaskan perkembangan kasus teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Presiden Jokowi mengatakan, dirinya telah meminta Tito untuk menjelaskan kasus Novel.

"Kemarin, sudah saya sampaikan ke Kapolri. Besok (Tito) mau menghadap," kata Jokowi, kepada wartawan di Setu Babakan, Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Sebelumnya, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif berharap, kepolisian serius dalam mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

"Saya berharap polisi serius. Ini masalah besar dan Novel itu kan seorang petarung (pemberantasan korupsi), banyak hasil karyanya, mungkin banyak yang tidak senang," kata Buya Syafii, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/7/2017).

Buya Syafii juga berharap kepolisian terus bekerja keras, dalam upaya mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel.

Lebih dari 100 hari sejak Novel diserang di dekat kediamannya, pelaku penyerangan tersebut sampai hari ini masih misteri.

Buya enggan memberi penilaian mengapa kasus itu sampai berlarut-larut.

Dia hanya bertanya mengapa dalam kasus teroris, kepolisian bisa mudah mengungkap pelakunya. Sedangkan, kasus Novel belum.

"Saya mengimbau agar polisi betul-betul serius mengungkap ini. Kenapa dia menangkap teror dengan gampang, tapi ini kenapa dia belum bisa," ujar Buya Syafii.

Halaman
12
Editor: Ridwan Hardiansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help