TribunLampung/

Alzier: 11 Nama Itu Muncul seperti Sulap, Penjaringan Internal Golkar Tidak sesuai Juklak 06

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie menilai saat ini Partai Golkar Lampung belum membuka penjaringan bakal

Alzier: 11 Nama Itu Muncul seperti Sulap, Penjaringan Internal Golkar Tidak sesuai Juklak 06

 Laporan Reporter Tribun Lampung, Beni Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung M. Alzier Dianis Thabranie menilai saat ini Partai Golkar Lampung belum membuka penjaringan bakal calon (balon) gubernur dan wakil gubernur sesuai Juklak 06.

Karena itu, ia membantah pernyataan Wakil Ketua Bidang Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Golkar Lampung Tony Eka Chandra, bahwa rekomendasi calon gubernur akan dikeluarkan DPP Golkar Agustus ini.

"Pernyataan Tony itu pembohongan publik, tidak ada SK rekomendasi yang akan keluar di bulan Agustus, bagaiamana mau keluar rekomendasi sekarang saja belum dibuka penjaringan," katanya melalui ponsel, Senin (31/7/2017).

Menurut Alzier, proses penjaringan yang semula dilakukan dengan cara tertutup sudah menyalahi aturan. "Kemudian pernyataan mengenai pengurus Golkar 100 persen mendukugn Arinal sebagai calon gubernur itu juga tidak benar. Buktinya kemarin pengurus Golkar banyak yang ikut ke Jakarta menemui Sekjen Idrus Marham melaporkan DPD I Golkar Lampung," jelasnya.

Karena itu, Alzier mengatakan proses penjaringan harus dibuka terlebih dahulu sebelum mengajukan calon ke DPP. "Setelah iitu baru DPP mengeluarkan rekomendasi, kalau itu saja belum dilakukan, terus katanya rekomendasi sudah mau keluar, ya bohong," ujarnya.

Alzier kembali menjelaskan mengenai mekanisme penjaringan dalam petunjuk dan pelaksana (Juklak) 06/DPP Partai Golkar tentang penetapan pasangan calon kepalla daerah.

"11 nama itu muncul dari mana, kok seperti sulap. Mestinya walaupun itu penjaringan internal, ada mekanisme yang dilalui. Misalnya, dalam Juklak 06 itu, calon harus memenuhi kriteria seperti menandatangani surat bersedia dicalonkan. Nama saya masuk kalau saya tidak bersedia dicalonkan bagaimana?" kata Alzier.

Menurut Alzier banyak hal yang dilanggar dalam proses penjaringan Partai Golkar Lampung yang dilakukan secara tertutup. "Dalam hal mengusulkan nama ini juga, tidak bisa semau-mau. Misalnya diatur minimal lima dan maksimal 10 nama yang diusulkan. Itu pun setelah balon melengkapi persyaratan, bersedia dicalonkan, menyampaikan biodata dan visi misi surat keternagan tidak pernah dijatuhi hukuman pidana, dan lain-lain. Ini kami tidak pernah diminta, dan penjaringan yang katanya tertutup ini juga tidak melibatkan unsur dewan pertimbangan yang sudah diatur dalam juklak 06," pungkasnya.

Sebelumnya, DPD I Golkar Lampung yakin rekomendasi balon gubenur dan balon buapti/wakil bupati Tanggamus dan Lampung Utara akan dikeluarkan DPP di bulan Agustus ini.

"Kami sudah mengirimkan nama-nama itu, baik dari internal maupun eksternal. Kemungkinan DPP bisa mengeluarkan rekomendasi itu usai mengadakan rapat tim pilkada bersama DPD Golkar se- Indonesia di Jakarta pada Selasa (1/8) depan," kata Wakil Ketua Koordinator bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Lampung, Tony Eka Candra, Minggu (30/7/2017). (ben)

Tags
Golkar
Penulis: Beni Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help