TribunLampung/

Pasca Siswa Tewas karena Mabuk, IKOSIS Berharap Aparat Tegas pada Penjual Miras

Ikatan Keluarga Organisasi Intra Sekolah (IKOSIS) Kabupaten Pringsewu mengharapkan agar aparat lebih tegas kepada penjual minuman

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Ikatan Keluarga Organisasi Intra Sekolah (IKOSIS) Kabupaten Pringsewu mengharapkan agar aparat lebih tegas kepada penjual minuman beralkohol (mihol) di Bumi Jejama Secancanan.

Ini dimaksudkan agar pelajar tidak akan dengan mudah mendapat mihol. "Miras (mihol) sudah beredar di mana-mana, di warung-warung dekat sekolah saya saja sudah ada," ujar Ketua Umum IKOSIS angkatan IV Pringsewu M Fathur Ramadan, Rabu (2/8).

Paling tidak, menurut dia, dengan tidak adanya akses pelajar dalam mendapatkan mihol bisa menghilangkan kesempatan pelajar untuk mabuk-mabukan. Dia mengaku sangat miris dengan pelajar yang lebih suka melakukan hal negatif itu.

Sebab, menurut dia, kegiatan mabuk-mabukan ini sebagai sebuah aktifitas yang tidak bermanfaat dan sia-sia. Serta lebih banyak merugikan diri sendiri. "Insyaallah kami akan berusaha keras untuk menolak peredaran miras (mihol) dengan cara yang positif," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar Edo WardanA (17) di Kabupaten Pringsewu tewas mengenaskan setelah pesta minuman beralkohol (mihol). Pasalnya pengaruh cairan yang memabukkan ini mengakibatkan pelajar tersebut out of control saat berkendara sehingga menabrak pohon.

Peristiwa kematian pelajar tersebut sempat menggegerkan warga Kelurahan Fajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Selasa (1/8) pagi. Edo Wardana (17) merupakan siswa SMA di Pringsewu didapati sudah menjadi mayat di saluran irigasi Kelurahan Fajaresuk, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu.

Sementara disebelahnya tergeletak sepeda motor Honda Revo BE 7105 Z dengan kondisi bagian depannya ringsek. Atas kondisi tersebut warga berduyun-duyun datang untuk melihat penemuan jasad korban.

Tags
Pringsewu
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help