TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Bikers Subuhan Turing ke Banten

Mengambil titik pemberangkatan di Masjid An-Nahl Kompleks Perumahan Gunung Madu, selepas subuh rombongan segera berangkat bersama ke Provinsi Banten.

Laporan Reporter Tribun Lampung Heru Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Turing bersama bagi bikers adalah sebuah pengalaman yang menyuguhkan silaturahmi, pariwisata dan budaya. Tapi belum lama ini, komunitas Bikers Subuhan sukses menggelar turing yang dikemas secara berbeda. Dimana peserta turing disuguhkan nuansa islami sepanjang perjalanan hingga ke tujuan. 

Digelar pada 22-23 Juli 2017, gelaran bertajuk Bikers Subuhan Ride to Masjid Agung Banten tersebut diikuti oleh oleh 80 kendaraan. Mengambil titik pemberangkatan di Masjid An-Nahl Kompleks Perumahan Gunung Madu, selepas subuh rombongan segera berangkat bersama ke Provinsi Banten.

Pegiat Bikers Subuhan Muhhamad Diyalmi Rizani mengungkapkan turing yang diadakan belum lama ini adalah bagian tidak terpisahkan dari aktifitas para bikers. Sebab bagaimanapun juga, ia mengatakan mayoritas anggota komunitas ini adalah para bikers. Sehingga aktifitas turing adalah kegiatan yang umum dilakukan.

“Bedanya riding yang dilakukan ini dikemas secara islami. Penuh dengan adab-adab santun yang diajarkan dalam islam,” jelas pria yang akrap Sani Rizani di kalangan bikers. Misal saja, proses keberangkatan yang dilakukan selepas subuh berjamaah dimulai dengan doa bersama.

Perjalanan dilakukan dengan santai. Kecepatan dipacu tanpa adrenalin sehingga benar-benar menikmati perjalanan. Tidak itu saja, sasing-masing peserta pun melafazkan doa berkendara, selama perjalanan juga tidak lepas dari dzikir yang tidak henti dilakukan. Takbir ketika berhadapan dengan tanjakan. Istighfar ketika menyalip. Bertahmid ketika menghadapi jalan yang lurus. “Tentu saja selama di jalan salat wajib tetap dijaga, kita bahkan shalat di masjid ASDP di pelabuhan,” cerita dia.

Lebih jauh Sani mengungkapkan Masjid Agung Banten dipilih sebagai tujuan tidak lepas dari sejarah perkembangan Islam di daerah tersebut. Sehingga peserta diharapkan bisa mendapatkan hikmah setelah mengunjungi Provinsi Banten. Kedua, peserta yang merupakan bikers juga memiliki jejaring bikers yang cukup banyak di Banten.

“Banten ini dikenal sebagai daerah yang memiliki auliya, ulama yang cukup ternama di Indonesia. Tapi yang utama, kami mengajak kawan-kawan untuk megambil hikmah disana. Bagaimana para ulama yang telah tiada pun masih memberikan kemanfaatan kepada sekitar, ada yang jualan dan lain-lain. Lalu bagaimana dengan kita yang masih hidup?” terang pria yang juga sesepuh bikers di Lampung ini.

Penulis: heru prasetyo
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help