TribunLampung/

Siswa Merasa Berat Jalani Full Day School

Ferdi Hasena, siswa kelas XI Pemasaran SMKN 4 Bandar Lampung, mengungkapkan lebih senang bersekolah seperti biasanya tanpa ada fullday school.

Siswa Merasa Berat Jalani Full Day School
Tribun Lampung/Hanif Mustafa

Laporan Wartawan Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Penerapan full day school atau sekolah lima hari tidak serta merta disambut baik oleh siswa. Pasalnya siswa merasa berat dan diforsir untuk menjalani pelajaran hingga satu hari penuh.

Ferdi Hasena, siswa kelas XI Pemasaran SMKN 4 Bandar Lampung, mengungkapkan lebih senang bersekolah seperti biasanya tanpa ada fullday school.

"Enak seperti biasanya, soalnya tidak terlalu lama, kalau fullday itu terasa jenuh," terang Feedi kepada Tribun, Jumat (11/8/2017).

Ferdi pun mengungkapkan jika penerapan fullday school baginya terlalu membuat otaknya terforsir.

"Jadi bawaannya kalau sore itu ngantuk sekali, apalagi pas pelajaran bahasa Inggris bener-bener jenuh, ya itu terlalu diforsir," sebutnya.

Sementara itu, Uswatun Staf Humas SMKN 4 Bandar Lampung, penerapan fullday school sesuai dengan permen Kemendikbud.

"Jadi sekolah kita terapkan kegiatan belajar mengajar dari hari Senin sampai Jumat," ungkap Uswatun.

Uswatun pun mengatakan penerapan ini diberlakukan mulai tahun ajaran 2017/2018 dengan jalan menambah jam KBM disetiap hari Senin hingga Jumat.

"Jadi sekarang masuk jam 7 hingga pulang jam 5, sebenarnya kita  menggunakan muatan kurikulum 2013 SMK yang mana KBM dalam satu hari bisa 9 jam, jadi penerapan fulldayscholl tidak mempengaruhi sebab hanya selisih 1 jam dalam penerapan kesehariannya," terangnya.

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help