TribunLampung/

Bekas Anak Buah Bobol Rumah Bos di Perumahan Elit Villa Citra

Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung mengungkap kasus pencurian di salah satu perumahan elit Villa Citra, Jagabaya 3

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandar Lampung mengungkap kasus pencurian di salah satu perumahan elit Villa Citra, Jagabaya 3, Way Halim. Hasil ungkap kasus, tersangka pencurian ternyata adalah anak buah dari pemilik rumah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung Komisaris Harto Agung Cahyono menerangkan, pihaknya menangkap dua tersangka. Mereka adalah Indika Wahyuda (25), warga Merak Batin, Natar, Lampung Selatan; dan Paris Ginarta (25), warga Pidada, Panjang.

“Kedua tersangka ini merupakan anak buah dari pemilik rumah,” ujar Harto kepada wartawan, Minggu (13/8/2017).  Peristiwa pencurian di rumah korban Wendy Arya Pratama terjadi pada 18 Juli 2017 lalu.

Wendy merupakan pemilik sebuah toko. Ia mempekerjakan dua orang untuk membantunya di toko yaitu Indika dan Paris. Indika dan Paris tinggal di rumah Wendy. Selama tinggal di rumah itu, mereka mengamati tempat Wendy menyimpan uang.

Begitu tengah malam, kedua tersangka beraksi. Harto menuturkan, Indika dan Paris mencuri ketika korban sedang tidur. Mereka masuk ke dalam kamar korban dengan diam-diam mengambil uang.

“Mereka mencuri uang itu sudah beberapa kali yang total kerugian korban mencapai Rp 100 juta,” kata Harto. Karena sudah berulangkali mencuri, korban akhirnya sadar menjadi korban pencurian karena uang yang disimpan selalu berkurang.

Wendy lalu melaporkan peristiwa pencurian itu ke Polresta Bandar Lampung. Hasil penyelidikan, tutur Harto, mengarah ke Indika dan Paris. Ini dikarenakan tidak ada kerusakan di tempat kejadian perkara.

 “Penyidik curiga pelakunya orang dalam dan mengarah ke Indika dan Paris karena mereka tinggal di rumah korban. Setelah diinterogasi, keduanya mengakui mencuri di rumah korban,” ucap alumnus Akademi Kepolisian tahun 2005 ini.

Uang hasil pencurian itu sudah dibelikan barang-barang seperti satu unit motor Kawasaki RR, satu unit motor Yamaha RX King, satu unit Iphone dan telepon seluler merek Samsung. Menurut Harto, semua barang tersebut disita sebagai barang bukti.

Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help