TribunLampung/

Berhati-hatilah Saat Merapikan Rambut di Area Genital, Jangan Sampai Seperti Ini

Semakin sering frekuensi merapikan, makin besar pula kemungkinannya terluka.Jadi berhati-hatilah

Berhati-hatilah Saat Merapikan Rambut di Area Genital, Jangan Sampai Seperti Ini
(SHUTTERSTOCK)
Ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Bagi Anda yang tidak suka area "di bawah sana" ditumbuhi rumbut pubis yang tidak beraturan, merapikannya denganwaxing atau mencukurnya menjadi pilihan.

Namun, berhati-hatilah karena rawan kecelakaan.

Dalam sebuah survei yang dilakukan di Amerika, satu dari empat orang mengaku pernah melukai diri sendiri ketika merapikan rambut pubis.

Semakin sering frekuensi merapikan, makin besar pula kemungkinannya terluka.

Sekitar 50-87 persen orang dewasa di AS mengaku melakukan perapihan rambut area genitalnya.

Survei ini dilakukan pada 7.600 orang dewasa, terdiri dari 4.200 wanita dan 3.400 pria, berusia 18-65 tahun.

Kaum wanita dilaporkan yang paling peduli pada penampilan area genitalnya.

Mayoritas melakukan perapihan sendiri. Alat cukur manual atau elektrik menjadi alat yang paling sering dipakai, diikuti dengan gunting, dan laser penghilang rambut.

Lebih dari 1.400 orang (26 persen) yang disurvei mengatakan mereka pernah terluka saat merapikan rambut pubisnya.

Jenis cidera yang dialami antara lain tergores (61 persen), terbakar (23 persen) dan ruam (12 persen).

Halaman
12
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help