TribunLampung/

Ini Jawaban Timsel Bawaslu Soal Lolosnya Dua Petahana yang Menuai Sorotan

Khusus lolosnya dua petahana, Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik, yang menuai sorotan, timsel memastikan telah melakukan klarifikasi ke Bawaslu RI.

Ini Jawaban Timsel Bawaslu Soal Lolosnya Dua Petahana yang Menuai Sorotan
net

Laporan Reporter Tribun Lampung  Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  - Tim Seleksi Calon Komisioner Badan Pengawas Pemilu Lampung telah menetapkan enam besar calon komisioner Bawaslu. Khusus lolosnya dua petahana, Fatikhatul Khoiriyah dan Ali Sidik, yang menuai sorotan, timsel memastikan telah melakukan klarifikasi ke Bawaslu RI.

Ketua Timsel Bawaslu Lampung Rudy mengakui dua petahana itu mendapat sanksi dari Bawaslu RI atas rekomendasi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. "Mereka terkena sanksi karena kesulitan mendapat barang bukti (kasus politik uang pemberian gula). Dalam pertimbangannya, mereka terkena sanksi paling ringan, yakni teguran lisan," ujarnya, Kamis (24/8).

Merujuk Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, Rudy mengungkap ada tiga jenis sanksi. Masing-masing teguran, pemberhentian sementara, dan pemberhentian tetap.

Khusus sanksi teguran, sambung Rudy, ada tiga jenis, yaitu teguran lisan, teguran tertulis, dan teguran tertulis dalam peringatan. "Mereka terkena sanksi teguran lisan. Sanksi ini bukan seakan-akan politik uang di mana mereka menyalahgunakan jabatan karena uang," jelasnya.

Di tengah masalah tersebut, Rudy mengungkapkan, Bawaslu Lampung justru mendapat penghargaan dari Bawaslu RI sebagai Bawaslu terbaik kedua se-Indonesia. "Ini juga yang jadi pertimbangan kami. Jangan menilai bahwa timsel hanya melihat orang, kemudian tidak melihat nilainya," kata Rudy.

Koordinator Koalisi Rakyat untuk Pemilu Bersih Rakhmat Husein mempertanyakan hasil enam besar calon komisioner Bawaslu Lampung yang menyertakan dua petahana.

Timsel, menurut dia, menafikan fakta adanya sanksi bagi dua petahana dari DKPP, termasuk tidak mempertimbangkan desakan publik.

Terkait lolosnya dua petahana tersebut, Rakhmat meragukan kredibilitas dan independensi timsel bawaslu.  "Ketika ada komisioner KPU atau Bawaslu yang mendapat sanksi dari DKPP, maka otomatis komisioner itu memiliki rekam jejak dan reputasi tidak baik," ujarnya.

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help