TribunLampung/

Mau Bikin SIM, Begini Tata Caranya

Petugas akan bertanya mau pakai mobil transmisi manual atau otomatis. Begitu juga dengan di tempat uji sepeda motor.

Mau Bikin SIM, Begini Tata Caranya
Aditya Maulana - Otomania
Uji praktik SIM A 

TRIBUNLAMPUNG.CO.D- Salah satu syarat utama membuat surat izin mengemudi (SIM) golongan A dan C, yaitu sudah berusia 17 tahun. Ketentuan lainnya, seperti bisa mengemudikan mobil atau mengendarai sepeda motor, hingga sehat jasmani dan rohani.

Lebih lengkapnya, tim redaksi Otomania.com akan menjelaskan prosedur nyata yang harus dilalui oleh pemohon SIM baru. Pada Jumat (25/8/207) salah satu awak redaksi Otomania.com mencoba membuat SIM A melalui jalur umum di Satpas, Daan Mogot, Jakarta Barat.

Semua pemohon SIM baru golongan A, B, atau C, langkah pertama harus melakukan foto kopi KTP sebanyak empat lembar, jika tidak ada KTP asli bisa disertakan Kartu Keluarga (KK) asli dan foto kopi. Setelah itu, beralih ke tempat pengecekan kesehatan, dan diharuskan membayar Rp 25.000.

Setelah bayar, pemohon diarahkan menuju tempat pengecekan kesehatan, hanya di cek tekanan darah dan mata, usai itu langsung membayar asuransi Rp 30.000.

Selesai itu, pemohon diarahkan menuju gedung utama untuk mengisi formulir dan membayar di loket Bank BRI. Penerbitan SIM A biayanya Rp 120.000 dan SIM C Rp 100.000. Langkah selanjutnya, verifiksi data sebelum masuk ruang foto, paling lama menunggu untuk foto, sidik jari, dan tanda tangan.

Awak redaksi Otomania.com masuk ke ruang foto sekitar pukul 08.45 WIB dan baru dipanggil 09.25 WIB. Namun di ruang foto ini tidak ada alat pengeras suara sehingga petugas hanya berteriak dan terkadang tidak terdengar oleh pemohon. Sebaiknya disediakan pengeras suara agar lebih jelas.

Proses selanjutnya, diarahkan ke tempat uji teori. Pemohon untuk SIM A mengisi materi roda empat atau lebih, sedangkan SIM C sesuai dengan ketentuannya, yaitu menjawab soal yang berkaitan dengan roda dua.

Total 30 pertanyaan yang harus dijawab oleh pemohon, setiap soal hanya diberikan waktu 30 detik untuk menjawabnya. Setelah terjawab semua nanti keluar hasilnya apakah lulus atau tidak. Jika nilainya bagus, maka bisa melanjutkan ke tes praktek.

Petugas akan bertanya mau pakai mobil transmisi manual atau otomatis. Begitu juga dengan di tempat uji sepeda motor. Karena tim redaksi Otomania.com membuat SIM A, maka pilih mobil dengan transmisi matik.

Secara keseluruhan, terdapat enam tantangan yng harus dilalui, yaitu parkir paralel, jalan zig-zag maju, mundur, tanjakan hingga turunan. Namun petugas hanya meminta pemohon menguji dua materi saja, yaitu parkir parelel dan parkir biasa dengan cara mundur.

"Jika menabrak kun berarti dinyatakan tidak lulus dan harus mengikuti uji praktek lagi delapan hari ke depan. Kalau tidak ada yang menabrak berarti lulus," ucap petugas.

Lulus prakktek akan diarahkan langsung loket 11 untuk mengambil berkas, kemudian bisa mengambil SIM di loket 30. Proses pengembilan SIM cukup cepat, dan nanti masing-masing pemohon akan dipanggil namanya dan tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan.

Begitulah tata cara membuat SIM A atau C di Satpas Daan Mogot, Jakarta Barat. Cukup mudah dan sederhana, bahkan proses uji praktek dipersingkat, harusnya enam rintangan hanya dijadikan dua saja.

Tags
SIM C
Editor: taryono
Sumber: otomania.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help