TribunLampung/

Diskusi AJI: Media harus Gali Lebih Dalam Rekam Jejak Calon Kepala Daerah

pemberitaan media baru sebatas siapa saja calon yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), tetapi belum mencoba menggali lebih dalam tent

Diskusi AJI: Media harus Gali Lebih Dalam Rekam Jejak Calon Kepala Daerah
ilustrasi pilkada 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNlLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG  - Media dinilai harus lebih kritis saat memberitakan calon kepala daerah. Anggota KPU Lampung, Handi Mulyaningsih mengatakan, pemberitaan media baru sebatas siapa saja calon yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada), tetapi belum mencoba menggali lebih dalam tentang rekam jejak masing-masing kandidat.

Hal itu disampaikan Handi saat menghadiri Diskusi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung bertema Media Kritis, Pilkada Demokratis, di Sekretariat AJI Bandar Lampung, Sabtu (26/8).
“Yang dikritik baru sebatas poster yang dipasang di pohon-pohon, tidak pada substansi program lingkungan yang diusung calon,” kata Handi.

Ia menilai, media belum menganalisis lebih tajam program setiap calon kepala dearah. Akibatnya, pemberitaan yang dibuat belum memberikan informasi menyeluruh tentang kelebihan dan kekurangan kandidat.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad menilai, media merupakan institusi idealis dan bisnis. Media dituntut untuk menjaga idealisme, di samping mengembangkan usaha agar bisa bertahan hidup.

“Pers tidak boleh kehilangan sikap kritis meski mendapat iklan dari calon kepala daerah. Harus tegas dipisahkan antara berita dan iklan sehingga tidak bias,” ungkap Fajrun.

Sementara, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lampung, Toni Wijaya menerangkan, referensi calon pemilih saat ini telah beralih dari media arus utama ke media sosial. “Selain medsos, faktor yang menentukan pilihan adalah referensi orang dekatnya,” ungkap Toni. (rls/nif)

Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help