TribunLampung/

Ini Bencana bagi Pasangan yang Doyan Seks Oral, Ngeri!

Termasuk dalam aktivitas seksual yang menjadi favorit, seks oral memang mampu membangun keintiman dan membantu tercapainya orgasme.

Ini Bencana bagi Pasangan yang Doyan Seks Oral, Ngeri!
Pasangan penuh cinta(Mike Watson) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Termasuk dalam aktivitas seksual yang menjadi favorit, seks oral memang mampu membangun keintiman dan membantu tercapainya orgasme.

Menurut survei, 85 persen pasangan orang dewasa pernah melakukan seks oral dengan pasangannya setiaknya satu kali.

Tapi, bukan berarti oral seks itu bebas resiko. Sebenarnya, ini adalah cara paling umum terjadinya penyebarkan penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, herpes, dan human papillomavirus (HPV) menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Tergantung pada jenis virus yang Anda hadapi, HPV dapat meningkatkan resiko kanker —khususnya pada bagian orofaring Anda, atau bagian tengah tenggorokan Anda.

Ted Teknos, dokter bedah kepala dan leher mengatakan bahwa kasus kanker tenggorokan terkait HPV telah meningkat 300 persen dari tahun 1980an sampai tahun 2000-an.

“Kita hanya melihat efeknya sekarang, tapi akan jauh lebih umum di tahun-tahun dan dekade mendatang,” kata dia.

Inilah yang perlu Anda ketahui tentang bagaimana seks oral dapat meningkatkan resiko kanker tenggorokan dan apa yang dapat dilakukan untuk melindungi diri.

1. Apa itu kanker tenggorokan?

Kanker tenggorokan, yang secara medis dikenal sebagai kanker oropharyngeal, dua kali lebih sering pada pria daripada wanita, menurut American Cancer Society. Ini secara khusus mempengaruhi amandel dan dasarnya , atau bagian belakang lidah Anda.

Kanker tenggorokan berbeda dengan kanker mulut, yang terjadi di bibir, gusi, lidah, lapisan pipi, bagian atas atau dasar mulut. Kanker tenggorokan dan kanker mulut memiliki penyebab umum yang sama—merokok—tapi HPV bukan salah satunya. Jenis HPV tertentu terkait dengan kanker tenggorokan, bukan kanker mulut, kata Teknos.

Halaman
123
Tags
Oral Seks
Editor: taryono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help