TribunLampung/

Dua Terdakwa Penipuan CPNS Dituntut 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Dua terdakwa kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dituntut dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan.

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNBLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dua terdakwa kasus penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dituntut dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan. Para terdakwa dinilai jaksa penuntut umum terbukti melakukan perbuatan curang.

Kedua terdakwa adalah Arif Candra (43), warga Pontianak, Kalimantan Barat; dan Ramli Ijom (77), warga Menteng, Jakarta Pusat. Jaksa penuntut umum Sabi’in menilai para terdakwa bersalah menipu korban CPNS.

Pasal yang dikenakan di dalam tuntutan adalah pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 56 ke-2 KUHP. “Menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan,” ujar Sabi’in di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (7/9/2017).

Hal yang memberatkan adalah perbuatan para terdakwa merugikan orang lain. Hal yang meringankan, kata Sabi’in adalah, terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa berusia lanjut dan terdakwa menyesali perbuatannya.

Kasus penipuan ini terjadi pada Agustus 2014 silam. Ketika itu saksi Tamsil mendapat informasi dari Feria Hidayat bahwa Feria bisa membantu orang menjadi pegawai negeri sipil. Syaratnya dengan mengirimkan berkas-berkas dan uang sebesar Rp 250 juta.

Feria menjanjikan ke Tamsil bisa menjadikan orang yang gagal diterima menjadi PNS pada tahun 2014 lewat jalur khusus tanpa tes. Tamsil lalu menghubungi korban Nasrudin yang sudah dikenalnya menawarkan kerabatnya menjadi PNS.

Tamsil menawarkan penerimaan PNS tanpa tes itu karena mengetahui bahwa ada kerabat Nasrudin yang tidak lulus dalam tes CPNS tahun 2014. Nasrudin tertarik dengan tawaran tersebut. Nasrudin berniat memasukkan empat saudaranya menjadi PNS.

Nasrudin menyerahkan uang Rp 890 juta dan berkas persyaratan empat saudaranya ke Tamsil.Tamsil lalu menyerahkan berkas dan uang tersebut ke Feria. Feria lalu menyerahkan uang dan berkas tersebut ke Arif. Arif menyerahkan lagi berkas dan uang ke Ramli.

Ramli menyetorkan uang ke Thamrin, yang merupakan narapidana kasus penipuan di Lapas Cipinang. Ternyata keempat orang itu tidak diterima menjadi PNS sementara uangnya tidak dikembalikan.

Tags
CPNS
Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help