Ike Edwin Kapolda 2016 Paling Fenomenal

"Begal dan perampokan nyaris tidak ada lagi, sehingga dikatakan situasi keemasan kamtibmas di Lampung terjadi pada 2016."

Penulis: Andi Asmadi | Editor: Andi Asmadi
ISTMEWA
Mantan Kapolda Lampung Irjen Pol Dr Ike Edwin (kanan) menerima penghargaan Mitrapol Award sebagai Kapolda 2016 Paling Fonomenal dari Pemimpin Umum Mitrapol, Jenderal (Purn) Roesmanhadi di Wisma Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/9/2017). 

JAKARTA, TRIBUN - Irjen Pol Ike Edwin, Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Politik, menerima penghargaan bergengsi Mitrapol Award sebagai "Kapolda 2016 Paling Fenomenal". Pernghargaan itu terkait kinerja Ike Edwin semasa menjabat Kapolda Lampung pada 2016.

Penghargaan Mitrapol Award diserahkan Jenderal (Purn) Roesmanhadi, mantan Kapolri yang juga menjabat Pemimpin Umum Mitrapol, kepada Ike Edwin di Wisma Bhayangkari Mabes Polri, Jakarta, Kamis (7/9).

Penilaian Mitrapol Award melibatkan panelis dari kalangan profesional, juri, dan laporan jurnalis Mitrapol dari seluruh biro dan perwakilan di daerah.

Mengapa Ike Edwin disebut Kapolda 2016 yang paling fenomenal? "Saat menjadi Kapolda Lampung, Ike Edwin paling dekat dengan masyarakat, paling mudah ditemui oleh warga, dan sukses mengubah status Polda dari Tipe B menjadi Tipe A," begitu pertimbangan panitia Mitrapol Award.

Selain itu, program kerja Ike Edwin dinilai efektif serta fenomenal, seperti program berkantor di tenda dan berpindah-pindah tempat, program Lampung Mengaji, serta program polisi ada dimana-mana yang sangat dirasakan dan bermanfaat untuk masyarakat.

Ike Edwin menyatakan bersyukur atas penghargaan tersebut. "Semua yang terjadi adalah Takdir Allah, sehingga apa yang terjadi kepada saya sudah menjadi kehendak Tuhan," ujarnya.

"Yang terpenting bagi saya adalah berbuat yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat Lampung, dengan sekuat tenaga dan kemampuan saya," katanya.

Semasa kepemimpinan Ike Edwin di Polda Lampung, peringkat narkoba Lampung turun dari peringkat ke 6 menjadi peringkat ke 16.

Konflik satu tahun yang rata-rata 58 kali, semasa Ike Edwin menjadi Kapolda hanya 3 kali. Untuk kontingensi satu tahun rata-rata 7 kali, semasa Ike Edwin menjadi nihil.

Ike Edwin juga mampu menekan angka gangguan kamtibmas sebanyak 32 persen. "Begal dan perampokan nyaris tidak ada lagi, sehingga dikatakan situasi keemasan kamtibmas di Lampung terjadi pada 2016," katanya.(rls/asm)

Tags
Ike Edwin
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved