TribunLampung/

Kopi Gula Aren Damai Coffee

Meminum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup di kalangan milenial. Para penikmatnya pun tinggal memilih jenis kopi dan cara penyajiannya.

Kopi Gula Aren Damai Coffee

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Meminum kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup di kalangan milenial. Para penikmatnya pun tinggal memilih jenis kopi dan cara penyajiannya. Dari beragam jenis penyajian yang ditawarkan, salah satu yang cukup unik adalah kopi gula aren di Damai Coffee Roastry.

Owner Damai Coffee Roastry, Anastasius Adi Yudiman Indarto mengatakan, metode peracikan kopi gula aren hampir sama dengan peracikan kopi pada umumnya, yaitu memakai alat V60 dan Kalita Wave.

"Awalnya biji kopi dihaluskan lalu kubuk kopi yang sudah siap dimasukkan ke alat V60 untuk proses penyeduhan," jelasnya saat ditemui di kedainya di Jalan Yos Sudarso nomor 171A, Bumiwaras (dekat Gunung Kunyit), Bandar Lampung, Jumat (8/9).

Meski dicampur gula aren (pada umumnya gula putih), kopi hasil racikan barista di kedai ini tetap nikmat. Rasa kopi menjadi sedikit gurih dan pahit. "Aroma kopi meski dicampur gula aren masih terasa nikmat. Konsumen tinggal memilih, ingin kopi gula aren dengan es atau panas (hot)," ujarnya.

Di kedai yang buka setiap Selasa-Minggu pukul 08.00-20.00 WIB ini, menyediakan berbagai jenis kopi. Di antaranya kopi Sumber Jaya untuk jenis robusta, Flores, Aceh, Jawa Barat, dan Toraja.
Damai Coffee sendiri merupakan filosofi agar konsumen itu bisa menikmati kopi dengan damai, di mana konsumen bisa menikmati segelas kopi seharga Rp 25 ribu.(byu)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help