TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Yusuf Kohar pun Kesal Babaranjang Lewat

Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Yusuf Kohar kesal atas fenomena kemacetan panjang yang terjadi setiap hari, akibat melintasnya Kereta Batu Bara

Laporan Reporter Tribun Lampung Romi Rinando dan Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Yusuf Kohar kesal atas fenomena kemacetan panjang yang terjadi setiap hari, akibat melintasnya Kereta Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) di tengah Kota Tapis Berseri.

Kohar mengaku terkadang mengeluh lantaran terjebak macet saat Kereta Babaranjang melintas. Ia pun berharap semua pihak ikut andil dalam menyelesaikan persoalan yang setiap hari menjadi sumber keluhan masyarakat Kota Bandar Lampung ini.

"Seharusnya dipikirkan solusinya. Misalnya, bangun underpass. Itu harus prioritas, kalau tidak akan macet terus," ungkap Kohar di Bandar Lampung, Rabu (6/9) sore.

Dalam lima tahun terakhir, frekuensi perjalanan Kereta Babaranjang yang melalui Kota Bandar Lampung meningkat hampir dua kali lipat. Pada 2012, babaranjang beroperasi 24 kali per hari.

Saat ini, Kereta Babaranjang sudah melintas sebanyak 40 kali sehari. Itu artinya, kereta untuk kepentingan bisnis industri ini melintas membelah Kota Bandar Lampung setiap 36 menit.

Kemacetan yang ditimbulkan pada jam-jam sibuk, terutama pukul 06.30-08.00 maupun 16.30-18.00, sangat parah. Antrean kendaraan bisa mengular sampai 500 meter. Waktu yang terbuang saat kereta lewat bisa sampai 20 menit.

Beberapa waktu ke depan, frekuensi perjalanan Kereta Babaranjang pun dipastikan terus mengalami penambahan. Sebab, hal itu menyesuaikan dengan jumlah produksi batu bara PT Bukit Asam (BA), selaku produsen batu bara yang diangkut kereta babaranjang, yang terus meningkat.

Bagaimana tanggapan pihak-pihak terkait terhadap kondisi tersebut? Lalu, apa solusi yang bisa dilakukan?

Baca selengkapnya di Laporan Liputan Khusus Koran Tribun Lampung edisi Minggu, 10 September 2017.

Penulis: Romi Rinando
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help