TribunLampung/

Hukum Terima Gaji dari Rumah Sakit Non Muslim

Dan ketika hukum bekerja dengan non muslim diperbolehkan maka gajinya adalah halal

Hukum Terima Gaji dari Rumah Sakit Non Muslim
ist
ilustrasi uang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - YTH MUI Provinsi Lampung. Mohon penjelasannya kalau dokter/perawat muslim bekerja di rumah sakit non muslim. Apa uang gajinya halal menurut syariat Islam atau tidak? Terimakasih atas penjelasannya.

Pengirim: +6285379777xxx

Hukum Bekerja Diperbolehkan

SEBELUM kami jelaskan tentang gaji seorang dokter yang bekerja di rumah sakit non muslim, di sini kami jelaskan terlebih dahulu tentang hukumnya seorang muslim bekerja kepada non muslim.

Hukum seorang muslim bekerja kepada non muslim adalah diperbolehkan, sebagai mana yang disampaikan Imam Nawawi dalam kitab Raudlatul Tholibin juz 3 halaman 345,

"Diperbolehkan non muslim menyewa orang muslim untuk mengerjakan sesuatu yang masih ada dalam tanggungan (masih akan dikerjakan kemudian) sebagaimana orang muslim boleh membeli sesuatu dari orang non muslim dengan bayaran yang masih ada dalam tanggungan (hutang), dan diperbolehkan orang muslim menyewakan dirinya (tubuh/tenaganya) kepada orang non muslim baik ia merdeka atau sahaya (budak) dan ini adalah menurut pendapat yang paling shahih"

Dan ketika hukum bekerja dengan non muslim diperbolehkan maka gajinya adalah halal, karena sayyidina Ali ra. pernah menyewakan dirinya pada orang yahudi untuk menyiram ladang milik yahudi dengan upah setiap satu timba air digaji dengan sebuah kurma.

Kemudian sayyidina Ali memberikan kurma tersebut pada nabi dan dimakan oleh Nabi. Perbuatan sayyidina Ali tersebut ditiru oleh seorang laki-laki dari golongan Anshar dan memberikan kurma yang didapatnya pada nabi. Nabipun tidak pernah mengingkari perbuatan tersebut.

KH. MUNAWIR
Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help