TribunLampung/

Mengemis untuk Beli Sabu, Pria Tanpa Kaki Dapat Ganjaran Ini

Lelaki tersebut mengambil barang pesanan Rahmat. Terjadilah transaksi di tempat tersebut....

Mengemis untuk Beli Sabu, Pria Tanpa Kaki Dapat Ganjaran Ini
tribun lampung/wakos gautama
Rahmat Untung 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Jaksa penuntut umum Chandrawati Rezki Prastuti menuntut Rahmat Untung, penyandang tuna daksa, yang menjadi terdakwa kasus narkotika, dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan.

Menurut Rezki, Rahmat terbukti hanya sebagai pengguna narkotika untuk diri sendiri bukan sebagai pemilik, pengedar maupun bandar.

Karena itu jaksa menilai perbuatan Rahmat terbukti dalam pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa menjalani penahanan sementara," ujar Rezki saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (13/9/2017).

Nur Afni Anggraini, kuasa hukum Rahmat, langsung mengajukan pembelaan secara lisan.

Nur Afni memohon kepada majelis hakim agar memberikan hukuman seadil-adilnya karena Rahmat berlaku sopan selama dalam persidangan dan karena terdakwa mengakui perbuatannya.

Rahmat Untung (38), penyandang tuna daksa, menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Rabu (6/9/2017).

Pria yang terlahir tanpa kaki ini menjadi terdakwa perkara narkotika.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pengemis ini ditangkap polisi usai membeli dua paket sabu di Kampung Ampai, Telukbetung Barat.

Halaman
12
Tags
Sabu-sabu
Penulis: wakos reza gautama
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help