TribunLampung/

Paranormal Tewas Dihabisi Pembunuh Bayaran Diduga Bermotif Asmara

Kepolisian Resor (Polres) Temanggung meringkus tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sugeng Raharjo (35), warga Klidang Lor RT 5

Paranormal Tewas Dihabisi Pembunuh Bayaran Diduga Bermotif Asmara
Korban pembunuhan di kebun karet Temanggung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TEMANGGUNG - Kepolisian Resor (Polres) Temanggung meringkus tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap Sugeng Raharjo (35), warga Klidang Lor RT 5 RW 2 Kecamatan Batang, Kabupaten Batang.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/9) lalu, ditemukan sosok mayat tanpa identitas di perkebunan karet milik PT Perkebunan Nusantara IX Bojongrejo di Dusun Sapen, Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.

Saat itu, korban ditemukan dalam keaadaan kepalanya tertutup kantong plastik.

Selain itu, di bagian leher korban, terdapat bekas jeratan, serta tusukan benda tajam.

Setelah dilakukan penyelidikan, Polres Temanggung berhasil mengetahui identitas korban Sugeng Raharjo, yang ternyata selama ini dikenal sebagai paranormal.

Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwa, mengatakan bahwa ketujuh tersangka itu adalah Dewi, warga Klidang, Kabupaten Batang, kemudian, Wisnu, Aris, Didit, Kuncoro, Sunarto, Fajar dan Didit, yang seluruhnya warga Boja, Kabupaten Kendal.

"Para pelaku ditangkap di dua tempat berbeda, tapi dalam waktu yang hampir bersamaan, yakni di Klidang, Batang dan di Boja, Kendal, pada Rabu (13/9) dinihari," ujarnya Rabu, (13/9/2017).

Maesa menambahkan, dari tujuh tersangka yang terciduk tersebut, dua diantaranya merupakan otak dari pembunuhan berencana, yakni Dewi dan Wisnu.

Yang mencengangkan, Dewi disinyalir rela menjual beberapa barang miliknya, untuk dijadikan sebagai imbalan bagi kelima tersangka, dengan besaran yang berbeda, antara satu dengan yang lain.

Kapolres Temanggung, AKBP Maesa Soegriwa, mengatakan bahwa dugaan motif pembunuhan itu, adalah masalah utang.

Halaman
12
Tags
Temanggung
Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help