TribunLampung/

Sang Ibu Sempat Ragu Masukkan Andini ke Fitness untuk Latihan Senam

Keraguan dan ketidak kepercayaan orangtua ternyata dijawab Andini dengan perolehan emas dan perak di Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional

Sang Ibu Sempat Ragu Masukkan Andini ke Fitness untuk Latihan Senam
Andini 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Keraguan dan ketidak kepercayaan orangtua ternyata dijawab Andini dengan perolehan emas dan perak di Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional di Medan 2-9 September di cabang olahraga senam ritmik.

Menurut sang ibu  Suratini (47), awal  mula dia tidak percaya dengan bakat anaknya. Saat pelatih senam Idola menganjurkan untuk anaknya agar berlatih di tempat fitnes tersebut, Suratini pun terhentak dan bingung.

"Awalnya kami bingung, saya takut kalau ada biaya untuk latihan, tapi pelatihnya mengatakan sudah pendaftaran gratis dan gak ada biaya yang penting ibu bapak mau nganter anaknya ke sini (Idola) setiap hari," ucap Tini menirukan pelatih Idola, Rabu (13/9/2017).

Tini mengakui, jika ada biaya bulanan keluarganya tak mampu membayar. Karena keadaan keluarga kecilnya yang pas-pasan.

"Maklum bapak cuman buruh bangunan, kalau saya kadang kerja sosial di Posyiandu jadi kadang-kadang, mau bayar sekolah aja berat apa lagi ngursusin, anak juga tiga butuh biaya semua," terang Tini.

Tini menuturkan jika setiap latihan anaknya tidak pernah alfa dan selalu hadir. Ia menyebut bahwa anaknya telah dididik displin dan keras.

"Apalagi awal tahun 2017 sudah masuk PPLP, masuk situ juga melalui proses, tapi saya benar-benar terharu,  anak saya sudah bawa nama baik Provinsi Lampung dan Sekolah," sebutnya

Menurutnya ini juga berkat latihan keras anaknya, yang mana jika ada event dari jam 7 pagi hingga pukul 6 terus latihan dengan jeda istirahat 2 jam.

"Sehari total 8 jam, bahkan waktu puasa terus berlatih, jika tidak ada event anak saya berlatih dari pulang sekolah jam 2 hingga jam 6 sore, pulang-pulang habis magrib," kata Tini.

Tini pun mengaku tidak bisa memberi apa-apa kepada anaknya, hanya bisa memberi suport dengan mengantar anaknya setiap hari latihan.

"Bahkan saat dia di Medan, gak saya antar, ongkos dari mana, maka yang saya pikirin cuman tali ikat rambutnya kencang tidak, sebab kalau longgar dia gak pede," ungkapnya.

Tags
Lampung
Penulis: hanif mustafa
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help