TribunLampung/

Tidak Ada Brand Produk Lokal untuk Menjual Rest Area Masjid Kubah Inten

Akademisi dari STIE Muhammadiyah Kalianda, Herwanto melihat konsep pengembangan rest area Masjid Kubah Inten Kalianda masih ada kekurangan.

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA - Akademisi dari STIE Muhammadiyah Kalianda, Herwanto melihat konsep pengembangan rest area Masjid Kubah Inten Kalianda masih ada kekurangan. Karenanya geliat rest area pun tidak terlihat seperti yang diinginkan

“Tujuannya mungkin bagus, ingin menjadikan rest area sebagai etalase dari produk-produk lokal,” ujarnya kepada tribun, Rabu (13/9).

Menurut dirinya, pemerintah daerah masih setengah hati mengembangkan kawasan rest area Masjid Kubah Inten Kalianda. Dan akhirnya, pengembangan rest tersebut terkesan hanya menggugurkan tanggung jawab bagi instansi yang ditugasi.

Ia pun melihat tidak ada brand produk lokal atau kuliner khas daerah yang dimunculkan. Padahal, kata dia, brand ini bisa menjadi striger (pemantik) orang untuk datang ke rest area masjid kubah Inten.

“Harusnya ada sesuatu yang bisa dijual. Sebuah brand yang kuat untuk bisa menarik orang datang/singgah ke rest area,” kata Herwanto.

Tags
Kalianda
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help