TribunLampung/

Sidang Penusukan Wajah Anggota Marinir Dijaga Ketat Polri/TNI

Sidang perkara penusukan wajah anggota Marinir Kopral Dua Afrizal dijaga ketat aparat kepolisian, anggota Marinir dan Polisi Militer Angkatan Laut.

Sidang Penusukan Wajah Anggota Marinir Dijaga Ketat Polri/TNI

Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sidang perkara penusukan wajah anggota Marinir Kopral Dua Afrizal dijaga ketat aparat kepolisian, anggota Marinir dan Polisi Militer Angkatan Laut. Tidak hanya ruang sidang, aparat gabungan Polri/TNI menjaga ketat terdakwa Azwar Nero (47) saat memasuki dan keluar ruang sidang Garuda.

Nero dibawa menggunakan mobil Security Barrier milik Sabhara Polresta Bandar Lampung. Mobil ini biasa dipergunakan untuk mengangkut kawat berduri. Nero dimasukkan ke dalam kotak mobil bersama beberapa anggota Polri bersenjata lengkap.

Mobil tersebut juga dikawal oleh belasan anggota Polri menggunakan sepeda motor saat mengantar dan membawa pergi Nero dari pengadilan. Belasan anggota Polri/TNI itu juga bersiaga sepanjang persidangan berlangsung di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (14/9/2017).

Pada sidang kali ini, jaksa penuntut umum Eka Septiana Sari membacakan surat dakwaan. Di dalam dakwaan, peristiwa ini bermula ketika korban Afrizal dihubungi temannya bernama Masti yang memintanya datang ke simpang PJR, karena sedang ada masalah.

Datanglah Afrizal ke tempat tersebut. Masti menceritakan bahwa temannya bernama Ades dipukul oleh anggota Brimob bernama Albert. Masti meminta Afrizal untuk menyelesaikan masalah Ades dan Albert.

Pada saat itu ada terdakwa Nero. Afrizal sempat dikenalkan ke Nero oleh Ades. Ades mengenalkan Afrizal ke Nero sebagai anggota Marinir. Salah satu dari para saksi itu lalu menelepon Albert. Afrizal kemudian berbicara dengan Albert lewat telepon.

Afrizal meminta Albert datang ke simpang PJR untuk menengahi permasalahan itu. Setelah itu giliran Nero yang berbicara dengan Albert lewat telepon tersebut. Pada saat sedang menunggu Albert, Nero mengatakan, kepada Ades dkk supaya jangan macam-macam dengan Albert.

Nero lalu meminta mereka pulang dan masalah diselesaikan di rumahnya besok. Afrizal menolak. Terjadilah cekcok mulut dan dorong-dorongan antara Afrizal dan Nero. “Spontan korban Afrizal memukul tengkuk belakang terdakwa,” kata Eka.

Halaman
12
Penulis: wakos reza gautama
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help