TribunLampung/

(VIDEO) Lampung Baby Wearers Berbagi Pengalaman Menggendong Bayi

Dalam penerapannya, salah satu hal yang penting dalam komunitas ini ialah sangat mendukung penggunaan jenis gendongan yang ergonomis, yaitu gendongan

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Lampung Baby Wearers (LBW), merupakan bagian dari Indonesian Babywearers, yang merupakan sebuah komunitas atau wadah bagi masyarakat Lampung untuk berbagi pengalaman tentang menggendong bayi dan atau anak. Dalam penerapannya, salah satu hal yang penting dalam komunitas ini ialah sangat mendukung penggunaan jenis gendongan yang ergonomis, yaitu gendongan yang mampu menjamin kenyamanan serta keamanan selama digunakan untuk menggendong bayi/anak.

Komunitas ini sendiri berdiri atas dasar adanya kepedulian ibu terhadap peningkatan kedekatan batiniah (bonding) seorang ibu dengan anaknya karena menggendong adalah salah satu kebutuhan bagi seorang bayi yg baru lahir ke dunia. Dengan digendongnya bayi ini, ia akan merasa nyaman dan aman karena merasakan kehangatan seperti dalam kandungan.

Anggota Lampung Babywearers, Upi Fitriyanti mengatakan, seiring berjalannya waktu, sering muncul mitos yang tidak dipahami asal mulanya mengenai menggendong. mulai dari “bau tangan” yang artinya anak akan sering minta gendong setiap saat jika terlalu sering digendong serta kepercayaan banyak orang terhadap mitos yg beredar soal menggendong pekeh, bahwasanya menggendong pekeh hanya diperbolehkan bagi anak usia >6 bulan karena dapat membuat tungkai bayi membentuk letter X atau O.

“Padahal semua itu hanyalah mitos, gendong pekeh (dlm dunia babywearing dikenal dg M shape) sudah diperbolehkan sejak bayi usia newborn (baru lahir) dan tdk akan membuat tungkai bayi membentuk letter X atau O, bahkan tidak akan membuat bayi berjalan mengangkang. justru dengan gendong M-shape akan mengurangi resiko terjadinya hip dysplasia (dislokasi sendi) pada selangkangan bayi. Selain itu dengan adanya komunitas ini kami ingin meningkatkan awwarenes (kesadaran) bagi orang tua bahwa menggendong seorang anak harus tetap memperhatikan tingkat keamanan dari alat gendong yg dipakai supaya anak terhindar dari cedera. Dari hal inilah, komunitas ini berdiri,”ujar Upi.

Kegiatan komunitas ini, lanjut Upi, terdiri dari kegiatan berbagi pengalaman (sharing in caring) yaitu sharing soal gendong menggendong bayi/anak melalui percakapan via whatsapp group (WAG) Lampung babywearers. Lalu adapula kegiatan kopi darat (kopdar) yg diadakan oleh pengurus komunitas setiap 1 bulan sekali dengan acara silaturahim antar anggota LBW, disana mereka berkumpul untuk mempelajari tata cara mengendong bayi/anak sesuai dengan kaidah ilmu babywearing, sharing pengalaman menggendong dan lain-lain.

LBW terbentuk sejak awal tahun 2017, tepatnya pada tanggal 6 April 2017 yg digagas oleh beberapa inspirator dan tim admin yg menjadi sebutan bagi pengurus komunitas. Dengan adanya Lampung Babywearers diharapkan dapat memberikan informasi berbagai jenis dan cara gendong yang aman dan nyaman, terutama bagi orang tua agar dapat beraktivitas dengan bebas menggunakan kedua tangan walau menggendong anak.

Tags
Ibu
Penulis: Yoga Noldy Perdana
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help