TribunLampung/

Pelaku Ujaran Kebencian Ditangkap

Tips Pakar, Agar Generasi Millenial Tak Terjebak Ujaran Kebencian di Medsos

Lebih baik mengunggah hal-hal yang bisa membuat tumbuh semangat kebangsaan, semangat silahturahmi, solidaritas, persatuan, keadilan, dan demokrasi

Tips Pakar, Agar Generasi Millenial Tak Terjebak Ujaran Kebencian di Medsos
Ilustrasi(Thinkstockphotos) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID BANDAR LAMPUNG -- Dosen Fakultas Hukum Universitas Lampung, Yusdianto menilai, belajar dari kasus Uyung Mustofa, masyarakat terutama generasi millenial harus cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos).

Penggunaan medsos itu harus santun dan harapannya informasi itu harus bermanfaat.

Lebih baik mengunggah hal-hal yang bisa membuat tumbuh semangat kebangsaan, semangat silahturahmi, solidaritas, persatuan, keadilan, dan demokrasi.

Jangan malah sebaliknya, mengungkapkan kekesalan dengan menuliskan ujaran yang menimbulkan dendam.

Dinding medsos itu pasti menyebar ke seluruh dunia. Siapa pun pasti tahu.

Oleh karena itu, saya menilai pelaku yang tertangkap itu kurang cerdas menggunakan alat silahturahmi (medsos).

Jadi saya sangat mengapresiasi atas upaya dari pihak kepolisian yang telah menangkap pelaku penyebar kebencian tersebut.

Harapannya, dengan tertangkapnya para pelaku ujaran kebencian ini akan memberikan efek jera bagi masyarakat secara luas untuk tidak melakukan hal serupa.

Semestinya media sosial itu dipakai untuk menyebarkan informasi yang bijak dan tidak boleh serampangan.

Sebelumnya, Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung bekerja sama dengan Mabes Polri akhirnya menangkap pelaku ujaran kebencian terhadap suku Lampung di media sosial.

Setelah kurang lebih 23 hari melakukan penyelidikan, polisi pun menangkap Deni Putra Kamidia (33).
Warga Kecamatan Panca Sari, Bandung, Jawa Barat yang sehari-hari bekerja sebagai pengepul barang rongsokan itu mengaku sakit hati kepada perempuan asal Lampung bernama Lilis.

Rasa sakit hati itu kemudian Deni luapkan dalam linimasa akun facebook (FB) palsu bernama Uyung Mustofa.

Menurut Kasubdit II Ditreskrimsus Ajun Komisaris Besar Fidelis Timuranto, tersangka berhasil ditangkap di wilayah Bandung, pada Jumat (15/9/2017) lalu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita satu keping compact disk (CD) dan satu unit ponsel yang digunakan tersangka. (*)

Editor: Safruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help