Ungkap Soal Pemakaman, Inilah Permintaan Terakhir Begal sebelum Tewas Ditembak Polisi

Setelah mendapat kabar Reza tewas ditembak Tim Anti Begal, pihak keluarga tersangka datang berbondong-bondong...

Tribun Medan/Azis Husein Hasibuan - Salah seorang pelaku begal yang belum diketahui identitasnya usai dilumpuhkan polisi ketika dirawat di RS Bhayangkara, Medan, Sumatera Utara, Minggu (1/10/2017).Dalam sebulan ini sudah 5 pelaku begal ditembak mati polisi di Kota Medan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Setelah mendapat kabar Almeratz Martinus alias Army Reza (32) tewas ditembak Tim Anti Begal karena merampok, pihak keluarga tersangka berbondong-bondong mendatangi kamar jenazah RS Bhayangkara Tingkat II Medan.

Sesampainya di depan kamar jenazah, sejumlah wanita sontak menangis.

Baca: Insiden Karangan Bunga Indra Bruggman Calon Suami Umi Pipik, Iseng-iseng Mudah-mudahan Bener

Mereka memanggil-manggil nama Army. Namun, karena belum diizinkan untuk melihat jenazah Army, pihak keluarga kemudian menunggu sembari mendengarkan keterangan Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho dalam gelar pemaparan.

"Saya makciknya. Saya ini adik kandung ibunya," ungkap Tina, salah satu bibi tersangka Army, Senin (2/10/2017).

Ditanya lebih lanjut mengenai Army, Tina yang memegang kain merah di kedua tangannya menangis sesenggukan.

Ia berulang kali menyeka air mata yang berulang di pipinya. Sesaat kemudian, Tina melontarkan bahwa Army sebelum tewas punya satu permintaan.

"Memang dia minta dimakamkan secara muslim," kata perempuan yang mengenakan baju bercorak kulit macan ini.

Dari informasi yang disampaikan Kapolrestabes Medan, Army memang merupakan pemain lama. Yang bersangkutan tidak bertaubat setelah menjalani hukuman di Lapas Klas I A Tanjung Gusta Medan.

Baca: Baku Tembak Begal Vs Polisi, Moncong Pistol di Leher Sopir Angkot, Perempuan Berhamburan

Menurut pihak keluarga, jenazah Army akan dimakamkan di tempat pemakaman terdekat dari rumahnya yang ada di Jl Sei Wampu Baru No28, Medan.

Perintah Jenderal agar Tembak Mati

Setelah peristiwa tewasnya dua sopir grab dan bike di Medan, Sumatera Utara pekan lalu karena kebringasan pelaku begal, dua jenderal sepakat memberi tindakan tegas terukur berupa penembakan kepada pelaku begal.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, tindakan tegas menembak mati para begal adalah jawaban atas keresahan warga Kota Medan, yang khawatir dan takut bepergian malam hari.

"Kenapa kami bertidak tegas. Ini jawaban kepada masyarakat Kota Medan yang waswas," ujarnya saat melakukan paparan penangkapan pelaku begal di Rumah Sakit Bayangkara Tingkat II Medan, Selasa (26/9/2017) lalu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Tags
Medan
begal
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved