TribunLampung/

wisata Lampung

Way Kalam, Hidden Paradise di Kaki Rajabasa

Membicarakan Kabupaten Lampung Selatan, tentu tak akan pernah lepas akan keindahan pantai-pantainya yang sudah amat dikenal.

Way Kalam, Hidden Paradise di Kaki Rajabasa
tribun lampung/teguh prasetyo
Air Terjun Way Kalam di kaki Gunung Rajabasa, Lampung Selatan. 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Teguh Prasetyo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Membicarakan Kabupaten Lampung Selatan, tentu tak akan pernah lepas akan keindahan pantai-pantainya yang sudah amat dikenal. Apalagi daerah yang merupakan gerbang pintu masuk dari dan menuju Pulau Sumatera dari Pulau Jawa ini memiliki garis pantai yang sangat panjang, mulai dari Pantai Timur Lampung, Selat Sunda, hingga menuju Teluk Lampung.

Tapi, selain kaya keindahan pantainya, Lampung Selatan ternyata memiliki banyak air terjun tak kalah cantik. Air terjun ini "berserak" di kaki Gunung Rajabasa yang begitu kokoh berdiri di sini. Salah satunya Air Terjun Way Kalam.

Tribun Lampung bersama beberapa teman dari Lemes Traveler beberapa waktu lalu mengunjungi air terjun yang berada di Desa Way Kalam, Penengahan, Lampung Selatan dengan mengendarai motor.

Menurut penuturan warga, karena letaknya di Desa Way Kalam, maka air terjun cantik ini oleh masyarakat diberi nama Air Terjun Way Kalam. Nama itu juga bisa diartikan dari bahasa Lampung. Way berarti air dan kalam berarti batu ampo (cadas). Sehingga bila diartikan Way Kalam adalah air yang keluar dari batu cadas. Atau juga bisa berarti Way berarti air dan kalam dari bahasa Arab berarti berbicara. Maka bila diartikan jadi air yang berbicara.

Akses menuju ke sana sangatlah mudah. Sebab, telah tersedia petunjuk arah yang sangat jelas menuju ai terjun. Dari Bandar Lampung arahkan kendaraan menuju Bakauheni. Sampai di daerah Penengahan, belok ke kanan jalan mengikuti jalan aspal mulus. Lalu perhatikan plang petunjuk arah menuju Way Kalam. Dari Kota Kalianda, jarak ke sini sekitar 15 kilometer saja.

Hingga sampai di Desa Banjarmasin. Di sini suasana sangat berbeda. Kesejukan daerah pegunungan sangat terasa. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Desa Way Kalam. Di sini jalanan didominasi tanjakan. Meski begitu, pemandangan yang tersaji di depan mata sangat indah. Sebab, kita bisa melihat lautan biru di kejauhan.

Kemudian, jalanan berubah onderlagh dan banyak yang rusak. Di kanan kiri terdapat perkebunan milik warga. Setelah itu, kita akan melewati setapak beton yang menembus perkebunan kopi warga. Jalanan ini meliuk-liuk laksana ular. Sehingga dibutuhkan kecekatan dalam berkendara. Sebab, apabila salah sedikit maka akan bisa berakibat fatal.

Barulah setelah itu pengunjung akan tiba di ujung jalan beton. Di sini terdapat gerbang sederhana dan beberapa pondokan untuk tempat istirahat. Terlihat beberapa pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis mulai mengelola tempat ini. Setelah parkir dan membayar tiket masuk, dilanjutkan dengan tracking.

Jalanan setapak menurun langsung menghadang. Meski sudah dibuat pegangan serta di beberapa bagian sudah di semen dan dibuat tangga kayu, namun tetap butuh kehati-hatian. Terlebih bila hujan, maka jalan setapak ini akan licin. Butuh waktu sekitar 20 menitan untuk menuruni anak tangga ini. Namun, oleh pihak Pokdarwis sudah dibuatkan gazebo yang bisa digunakan beristirahat saat turun dan menaiki anak saat akan kembali.

Sampai di bibir sungai yang airnya sangat jernih dan dingin, perjalanan dilanjutkan dengan susur sungai. Tak begitu jauh, air terjun sudah terlihat. Hingga akhirnya tiba di air terjun yang memiliki ketinggian sekitar 45-50 meter. Di bawah air terjun ada kolam alami untuk pengunjung berenang. Sayangnya, tempias embun air terjun membuat badan jadi gigil serta lensa kamera berembun.
Menurut Eky, gadis asal Lampung Tengah, ia sengaja datang ke Way Kalam karena penasaran.

"Ini pertama kali ke sini. Dan memang sangat indah pemandangannya. Pokoknya nggak rugi. Apalagi airnya sangat deras," kata mahasiswi UIN Raden Intan ini.

Hal yang sama juga dikemukakan pengunjung lain, Frilly asal Penengahan. "Walau saya orang Penengahan, tapi ini baru pertama kalinya ke Air Terjun Way Kalam. Ternyata sangat indah dan tak begitu sulit aksesnya," pungkas cowok yang bekerja di salah satu bank milik pemerintah.

Selain Air Terjun Way Kalam, di sini juga ditawarkan dua air terjun lain yang bisa dikunjungi warga yang lokasinya tidak begitu jauh dan saling berdekatan. Kedua air terjun itu adalah Air Terjun Anakan dan Air Terjun Way Kuya.

Kedua air terjun itu bisa dikatakan masih terdengar baru. Karena memang lokasi tersebut baru dikembangkan oleh Pokdarwis untuk dikelola menjadi tempat wisata alternatif saat mengunjungi Air Terjun Way Kalam.(*)

Penulis: teguh_prasetyo
Editor: Gustina Asmara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help