TribunLampung/

Pemerintah Canangkan Asuransi Bagi Indukan Sapi

Menurutnya, pola pikir petani pun harus berubah. Tidak lagi berharap bantuan. Tetapi petani peternak bisa mengakses permodalan

Pemerintah Canangkan Asuransi Bagi Indukan Sapi
KOMPAS.com/ Junaedi
Sapi kurban berbobot 1,1 ton milik peternak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dibeli Presiden Jokowi seharga Rp 60 juta. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGSELATAN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan kabupaten Lampung Selatan terus berupaya mengembangkan sektor peternakan sapi petani.

Khususnya di daerah kluster kecamatan Tanjungsari.

Disnak ingin mendorong peternakan sapi tidak lagi menjadi kegiatan sampingan dari petani.

Tetapi juga menjadi usaha kedua yang menjanjikan bagi para petani peternakan.

“Saat ini setiap KK hanya ada 2-3 ekor sapi. Kedepan kita ingin setiap KK bisa memiliki 10 ekor sapi,” ujar kepada Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung Selatan, drh Arsyad kepada Tribun Lampung, Senin (9/10/2017).

Menurutnya, pola pikir petani pun harus berubah. Tidak lagi berharap bantuan. Tetapi petani peternak bisa mengakses permodalan perbankan guna mengembangkan usaha ternaknya.

Untuk mewujudkan itu, petani peternak didorong untuk mengikuti program asuransi ternak bagi indukan produktif.

Nantinya asuransi ini bisa menjadi agunan di perbankan untuk permodalan. Di samping itu indukan sapi pun nantinya akan diberi sertifikat khusus.

“Kita lihat kredit bidang peternakan ini masih sangat kecil. Kita harapkan ada dukungan dari dunia perbankan untuk peternakan petani. Tentu sulit memenuhi target swasembada daging, jika mengenyampingan pengembangan peternakan petani,” kata Arsyad.

Tags
drh Arsyad
Penulis: Dedi Sutomo
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help