TribunLampung/

Dari Ketiga Anjing Peliharaan Polda Cuma Si Bos yang Prestasinya Mandek

Bripda I Wayan Widarta menjelaskan, ketiga anjing, yakni Luna, Niki, dan Bos memiliki kemampuan masing-masing.

Dari Ketiga Anjing Peliharaan Polda Cuma Si Bos yang Prestasinya Mandek

Laporan Reporter Tribun Lampung Muhamamd Heriza

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID. BANDAR LAMPUNG - Bripda I Wayan Widarta menjelaskan, ketiga anjing, yakni  Luna, Niki, dan Bos memiliki kemampuan masing-masing.

 “Luna dan Niki kemampuannya untuk mengendus, melacak, mencari narkoba, sedangkan Bos kemampuannya untuk mengendus, melacak, mencari bahan peledak (handak),” jelas Wayan saat diwawancarai Tribunlampung.co.id, di kandang anjing Polda Lampung, Rabu, (11/10)

 Menurut Wayan, sehari-harinya anjing ini terkurung dalam kandang  masing-masing. Andaipun ketiga anjing itu dilepaskan, mereka dikeluarkan dari kandang  yang sudah dipagar keliling menggunakan besi.

 Berdasar pantauan Tribunlampung.co.id, Polda Lampung sedikitnya memiliki 10 kandang anjing. Namun yang terisi hanya tiga kandang. Tempat tidur anjing masing-masing berukuran 1x1 meter yang  beralas  semen.

 “Tempat tidur mereka tidak dialaskan apa-apa dan mereka tidur hanya di atas lantai semen. Anjing ini asalnya dari negara luar yang diingin, jadi mereka lebih nyaman kalau tidurnya di tempat yang dingin,” bilangnya

Wayan mengungkapkan, ketiga anjing yang sudah dirawat tersebut sudah memiliki berbagai prestasi atas kinerja mereka. Seperti Luna dan Niki, kedua anjing tersebut selalu diajak ketika polisi menggelar razia di tempat hiburan malam waktu lalu.

“Kedua anjing tersebut berhasil mengendus dan mendapatkan narkoba. Kemudian dibawa razia narkoba di dalam tahanan lapas. Waktu itu juga berhasil menjumpai narkoba di salah satu kamar warga binaan di Lapas tersebut,” ujarnya

 “Kalau berapa jumlah prestasinya saya lupa, yang jelas banyak yang sudah diungkap,” imbuhnya. Menurut dia, kalau si Bos, bukannya belum prestasi. Diakan merupakan anjing khusus untuk mengendus dan melacak bahan peledak (handak), karena Lampung belum dijumpai insiden penemuan bom. Kalau jam terbang anjing yang paling tinggi adalah Bruno, anjing yang sudah mati.

 Bruno merupakan  anjing khusus yang kemampuannya untuk melacak peristiwa kasus pembunuhan. “Nah, Bruno tersebutlah yang banyak sekali sudah mengungkap kasus, baik di Kota Bandar Lampung maupun di Luar wilayah Kota Bandar Lampung, terakhir peristiwa pembunuhan di Lampung Utara,” katanya.

Saat ini Polda Lampung sedang mengajukan kembali permintaan anjing ke Mabes Polri karena  setelah Bruno mati belum ada penggantinya.  "Masing-masing anjing memilki kemampuan. Jadi kemampuan pelacakan mereka sesuai dengan bidangnya," tambahnya 

Penulis: Muhammad Heriza
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help