TribunLampung/

Ini Penjelasan RSUAM tentang Dugaan Penelantaran Pasien Anak

Sapri menambahkan, dokter memutuskan untuk melanjutkan terapi dari RSU Bob Bazar dan infus tetap diberikan

Ini Penjelasan RSUAM tentang Dugaan Penelantaran Pasien Anak
Tribun Lampung/Gustina Asmara
LAYANAN BPJS - Sejumlah pasien BPJS Kesehatan sedang menunggu layanan berobat di RSUAM. Layanan sedang istirahat sekitar pukul 12.00 WIB, Selasa (20/6). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG – Dugaan penelantaran pasien oleh Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) diklarifikasi Kasubbag Humas RSUDAM Akhmad Sapri.

Muhammad Marwan Supriyadi yang merupakan ayah dari Muhammad Arshaka Arrasidi, merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit pelat merah tersebut.

Sapri menjelaskan, pasien atas nama Muhammad Arshaka Arrasidi sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Hasil pemeriksaan, pasien (Arshaka) suspect DBD. Panas hari keenam dan tanda pendarahan tidak ada. Kondisi pasien baik, kesadaran baik. Semua kondisi masih baik, sehingga pemeriksaan penunjang belum diperlukan melihat kondisi pemeriksaan laboratorium RSU Bob Bazar, Kalianda, masih sesuai dengan keadaan umum pasien saat masuk RSUDAM," jelas Sapri, Kamis (12/10/2017). 

Sapri menambahkan, dokter memutuskan untuk melanjutkan terapi dari RSU Bob Bazar dan infus tetap diberikan. 

Obat-obatan dari rumah sakit, terus Sapri, tetap dilanjutkan, hanya perlu penambahan obat. 

"Kemudian pasien dirawat di ruang rawat inap anak di observasi dan rencana tindak lanjut oleh dokter spesialis anak. Tapi, tiba-tiba keluarga pasien memutuskan untuk pulang atas permintaan sendiri," ujar Sapri.

Menurut Sapri, sebagaimana aturan BPJS Kesehatan, jika pasien pulang dengan permintaan sendiri, maka biaya dibebankan kepada pasien dan tidak ditanggung oleh BPJS.

Sebelumnya, Marwan menceritakan, kronologis kejadian dimulai pada Rabu (11/10/2017).

Halaman
123
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help