TribunLampung/

Tolak Perintah Dokter Gugurkan Anaknya yang Cacat, Malah Ketika Besar Sangat Membanggakan

"Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa." Mungkin itu adalah lagu yang pantas untuk ibu yang satu ini.

Tolak Perintah Dokter Gugurkan Anaknya yang Cacat, Malah Ketika Besar Sangat Membanggakan
Grid.id

Dia melatih Ding dengan keras.

Sebagai contoh, Ding tak bisa makan menggunakan sumpit karena saraf tangan dan otaknya sangat lemah.

Keluarganya memaklumi hal itu, tapi tidak dengan Zou.

Dia terus mengajari Ding agar bisa makan dengan sumpit.

"Aku tidak mau dia malu dengan kekurangan yang dia miliki," kata Zou.

"Karena dia punya kemampuan fisik dan mental, aku sangat keras mendidik agar dia bisa belajar," kata Zou.

Hasil jerih payah Zou membesarkan Ding Ding dibalas Tuhan.

Ding Ding (kiri) bersama ibunya, Zou.
Ding Ding (kiri) bersama ibunya, Zou. (Grid.id)

Dia lulus dengan gelar sarjana dari Teknik Lingkungan Peking University China pada 2011.

Lalu melanjutkan S2 di jurusan Hukum Internasional.

Catatan pendidikan Ding tak berhenti.

Dia akhirnya diterima di universitas paling bergengsi sedunia, Harvard University.

Ding Ding mengaku sangat merindukan ibunya saat berkuliah di Harvard.

Dia menyebut, ibunya adalah guru spiritual terbaik baginya. (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)

Editor: teguh_prasetyo
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help