TribunLampung/

Ari Pahala Hutabarat Luncurkan Buku 'Rekaman Terakhir Beckett'

Setelah menerima buku ini, saya mencoba mencari di mana letak invensi atau inovasi putiknya. Ada yang berpendapat penggunaan kata ampersand

Ari Pahala Hutabarat Luncurkan Buku 'Rekaman Terakhir Beckett'
Tribunlampung.co.id/Yoga Noldy Perdana
peluncuran buku puisi Ari Pahala 

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Ari Pahala Hutabarat, Ketua sekaligus Direktur Artistik Komunitas Berkat Yakin (KoBer) menggelar acara penting dalam khasanah sastra dan literasi di Lampung.

Acara tersebut adalah peluncuran dan diskusi buku nya yang berjudul "Rekaman Terakhir Beckett".

Kegiatan digelar di lantai 1 Graha Kemahasiswaan Universitas Lampung, Jumat, (12/10/17).

 Ari Pahala Hutabarat dikenal sebagai salah satu sastrawan terkemuka di Lampung.

Karya-karyanya sering menghiasi kolom-kolom sastra baik lokal maupun nasional.

Ia juga terlibat di sejumlah acara sastra bergengsi di tanah air, misalnya Ubud Writers and Readers Festival di Bali, Utan Kayu Literary Biennale, Panggung Sastra Indonesia Mutakhir, dan lain sebagainya.

Bukunya yang pernah terbit antara lain: Menanam Benih Kata (Tentang Menulis Puisi) tahun 2010, Akting Berdasarkan Sistem Stanislavski; Sebuah Pengantar (bersama Iswadi Pratama) tahun 2012, dan sekarang sedang mendalami ilmu nyepuh jiwo kepada Syeh Mukhlisin di kampung Gunung Terang, Lampung.

 Buku "Rekaman Terakhir Beckett" ini berisi puluhan puisi pilihan sosok yang akrab disapa Ari, bertitimangsa antara tahun 2013 hingga 2017.

Iswadi Pratama (Sastrawan dan Direktur Artistik Teater Satu Lampung) mengatakan, bahwa puisi-puisi karya Ari Pahala bersinggungan dengan banyak narasi yang telah mewarnai wajah peradaban zaman.

Halaman
12
Penulis: Yoga Noldy Perdana
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help