TribunLampung/

Jurnalis Lampung Tuntut Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis di Banyumas Dihukum

Menurut Padli, kasus ini menjadi rentetan kasus yang harus diperhatikan bagi institusi baju cokelat.

Jurnalis Lampung Tuntut Oknum Polisi Penganiaya Jurnalis di Banyumas Dihukum
Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra
Para jurnalis Lampung menggelar aksi unjuk rasa mengutuk kekerasan terhadap jurnalis di Banyumas, Jawa Tengah 

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Jurnalis Lampung yang tergabung dari beberapa organisasi, diantaranya PFI, PWI, AJI, IJTI dan SMSI Lampung menggelar aksi unjukrasa di Bundaran Gajah, Jumat (13/10/2017).

Aksi ini digelar sebagai bentuk protes kekerasan yang dilakukan oknum aparat kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja terhadap para jurnalis di Banyumas, Jawa Tengah.

Wakil Ketua PWI Lampung Adolf Ayatullah Indrajaya dalam orasinya mengatakan, aksi yang dilakukan ini untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan sesama jurnalis Banyumas.

"Kami jurnalis Lampung mengecam dan mengutuk terhadap kekerasan yang dilakukan aparat tersebut," ujarnya.

Secepatnya pimpinan kepolisian di Jawa Tengah segera mengusut polisi yang melakukan tindakan kekerasan agar diberikan hukuman yang setimpal.

"Kami menuntut agar para oknum aparat tersebut dihukum setimpal, kami memiliki kode etik profesi dan kekerasan ini sudah melanggar hak kami sebagai juranalis," katanya.

Aris Susanto, Ketua IJTI Lampung meminta polisi tidak memandang jurnalis sebelah mata.

Karena bagaimanapun, kata Aris, jurnalis profesi terhormat.

"Kami ini sebagai profesi yang terhormat dan bukan binatang yang seenaknya dipukul. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi polisi agar memperbaiki tingkah laku," katanya.

Ditambahkan oleh Ketua AJI Bandar Lampung Padli Ramdan, polisi harus memperbaiki sikapnya.

Bukan malah menambah kasus kekerasan. Menurut Padli, kasus ini menjadi rentetan kasus yang harus diperhatikan bagi institusi baju cokelat.

"Sudah sering dilakukan tindakan ini, dan polisi tidak memperbaiki sikapnya. Sangat ironis dan diharapkan Polri mengevaluasi SDM yang tak bertanggung jawab ini," katanya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help