TribunLampung/

Uang Komite Rp 300 Ribu Itu Hasil Kesepakatan, Ada yang Keberatan Silakan ke Sekolah

Kepala SMAN 13 Bandar Lampung Rospardewi mengatakan, uang komite sebesar Rp 300 ribu merupakan hasil kesepakatan dalam rapat

Laporan Reporter Tribun Lampung Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kepala SMAN 13 Bandar Lampung Rospardewi mengatakan, uang komite sebesar Rp 300 ribu merupakan hasil kesepakatan dalam rapat yang dihadiri orangtua murid. Uang komite itu dipergunakan untuk operasional mengikuti setiap perlombaan di luar sekolah.

"Jika ada orangtua yang merasa keberatan maka dipersilakan untuk mengajukan keberatannya langsung ke sekolah," katanya.

Rospardewi menjelaskan, pada tahun ini SMAN 13 mendapatkan siswa 145 orang. Mereka itu terdiri dari 48 siswa dari keluarga kurang mampu dan 98 lainnya mampu. "Artinya ini tidak masalah karena ketetapan saat musyawarah beberapa waktu lalu. Mereka harusnya mengikuti aturan yang ditetapkan," tukasnya.

Baca: Menurut UI Ternyata Ini Status Hanna Anisa Terduga Pelaku Video Panas yang Viral di Medsos

Sebelumnya, pungutan uang komite di sekolah negeri di Bandar Lampung kembali dikeluhkan. Kali ini, sejumlah orangtua siswa SMA Negeri 13 mengaku dipungut uang komite sebesar Rp 300 ribu per bulan.

Alanis, orangtua siswa mengaku uang komite sebesar itu membuatnya sangat terbebani, apalagi kebutuhan lainnya yang tak sedikit demi menghidupi anak istrinya. "Tidak ada pemberitahuan kepada saya jika ada undangan ke sekolah. Anak dan istri saya tidak ada yang bilang ke saya juga," kata Alanis saat dihubungi Tribun, Rabu (25/10).

Selama empat bulan anak keduanya bersekolah di SMAN 13, kata Alanis, dirinya baru sanggup membayar uang komite satu bulan. "Itu pun karena sebagai prasyarat anak saya mengikuti ujian tengah semester," jelas sales kelontongan ini.

Baca: Meme Hanna Anisa Ini Bikin Ngakak. Komentar Netizen Pun Tak Kalah Ajaib

Baca: Duh Jadi Kepo! Percakapan Diduga Pemeran Video Hanna Anisa Beredar, Penasaran Isinya?

Sementara Aan, wali murid lainnya juga mengaku keberatan dengan nominal Rp 300 ribu yang ditarik setiap bulan. Aan berharap, besaran itu bisa diturunkan lagi karena dirinya juga harus membiayai anaknya yang lain.

"Meski saya sudah bayar full empat bulan, tapi sebenarnya saya keberatan. Apalagi ini nilainya naik jadi Rp 300 ribu, padahal tahun lalu Rp 275 ribu," jelasnya.

Aan mengatakan, dirinya memang mengutus istrinya dalam da pertemuan antara komite dan orangtua murid. "Memang saat itu istri saya yang diajak rapat tapi dia ikutan saja," kata buruh swasta ini.


Penulis: Bayu Saputra
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help