TribunLampung/

wisata

Menapaktilasi Kisah Negeri Laskar Pelangi

Belitung dan Laskar Pelangi sepertinya memang tak bisa dipisahkan. Bagaimana tidak, Laskar Pelangi yang berkisah tentang anak Belitung

Menapaktilasi Kisah Negeri Laskar Pelangi
Tribun Lampung/Teguh Prasetyo
Replika Sekolah Muhammadiyah Gantong Film Laskar Pelangi di Belitung. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG TEGUH PRASETYO

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Belitung dan Laskar Pelangi sepertinya memang tak bisa dipisahkan. Bagaimana tidak, Laskar Pelangi yang berkisah tentang anak Belitung serta keindahan alamnya, baik dari buku hingga filmnya, booming tak hanya di Indonesia tapi juga hingga mancanegara.

Bahkan untuk filmnya sejak ditayangkan hingga tahun 2015 menjadi film terbanyak penontonnya sepanjang massa. Makanya tak heran, saat ini Belitung Negeri Laskar Pelangi menjadi "jualan" yang tepat yang digaung-gaungkan pulau penghasil timah ini.

Tribun Lampung bersama dua teman dari Lemes Traveler melakukan perjalanan ke Pulau Belitung, minggu lalu. Perjalanan pertama yang dilakukan setiba di pulau indah ini adalah menapaktilasi kisah yang dilahirkan Andrea Hirata.

Sehingga berbagai tempat terkait kisah Laskar Pelangi menjadi salah satu obyek wajib dikunjungi. Salah satunya yang selalu ramai dikunjungi adalah Replika Sekolah Muhammadiyah Gantong yang kini lebih dikenal dengan Replika Sekolah Laskar Pelangi yang dulunya digunakan syuting film garapan Riri Reza dan Mira Lesmana ini.

Sekolah yang berada di Jalan Laskar Pelangi No 10, Desa Gantong, Belitung Timur kini menjadi salah satu obyek wisata unggulan di Belitung. Bahkan di sekitar sekolah yang terbuat dari papan ini dibuat semacam selter baik dari sentra oleh-oleh, jajanan, hingga tempat parkir dan toilet.

Pengunjung pun hanya dikenakan biaya sangat murah untuk masuk ke sekolah ini yakni Rp 3.000 per orang saja. Bahkan uniknya, di sini terdapat remaja yang mengenakan daun-daun dan bubuk putih, seperti adegan dalam film yang bisa diajak foto bersama dengan memberikan sumbangan seiklasnya.

Tak jauh dari dari sekolah ini, hanya tinggal belok kiri masih di Desa Gantong, pengunjung pun bisa mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata. Museum yang buka sejak tahun 2010 ini bisa dikatakan merupakan museum kata yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Untuk mengunjunginya pun tak sulit, karena museum ini berada di pinggir jalan dan bangunannya pun sangat mencolok mata. Sebab, tembok dan pintu-pintu serta jendelanya dicat berbagai warna pelangi yang tampil harmonis dan instagramable.

Bagi pengunjung yang ingin masuk, dikenakan biaya Rp 50 ribu per orang. Tak hanya untuk masuk, pengunjung juga mendapatkan buku saku kisah Laskar Pelangi yang tak ada di toko buku. Sehingga buku ini special hanya bisa didapatkan saat mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata saja.

Halaman
12
Penulis: teguh_prasetyo
Editor: Gustina Asmara
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help