TribunLampung/

Satu Bulan Berakhir Masa Jabatan, Bupati Tulangbawang Rotasi 42 Pejabat

Satu bulan menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak merotasi jabatan

Satu Bulan Berakhir Masa Jabatan, Bupati Tulangbawang Rotasi 42 Pejabat
Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnain
Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak melantik pejabat di Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, Jumat, 10 November 2017 

Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG - Satu bulan menjelang akhir masa jabatannya, Bupati Tulangbawang Hanan A Rozak merotasi jabatan 42 pejabat administrator dan pengawas di lingkup Pemerintah Kabupaten Tulangbawang, Provinsi Lampung, Jumat, 10 November 2017.

Hanan akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Tulangbawang pada 17 Desember 2017 mendatang.

Baca: Mantan Pasangan Suami Istri yang Berpisah 5 Tahun Bertemu di Sel Tahanan, Begini Ceritanya

Adapun jumlah 42 pejabat yang terkena gerbong rotasi itu diantaranya dua pejabat eselon dua dan sisanya pejabat eselon III dan IV.

Rotasi jabatan itu sesuai surat keputusan Bupati Tuba nomor 821.23/1139/VI.4/TB/XI/2017 tentang pengangkatan dan pemindahan PNS dalam jabatan administrator dan pengawas Pemerintah Kabupaten Tulangbawang tertanggal 9 November 2017.

SK tersebut merujuk Surat Mendagri nomor 821/8600/Otda tanggal 23 Oktober 2017, perihal persetujuan penggantian pejabat Pemerintah Kabupaten Tulangbawang.

Adapun dua pejabat eselon yang terkena rotasi yakni Kepala Badan Kesbangpol Yen Dahren yang bertukar posisi dengan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMPK) Hamami Ria.

Baca: TKW Ini Ngaku Harus Melayani Nafsu Bejat Majikan dan Anaknya Sekaligus

Bupati Hanan mengatakan, rotasi jabatan tersebut merupakan hal biasa untuk melakukan penataan struktur pemerintahan.

"Ini merupakan bentuk penyegaran organisasi," terang Hanan dalam arahannya usai melantik dan memandu sumpah jabatan pejabat yang terkena rotasi di GSG Menggala, Jumat siang.

Hanan mengatakan, rotasi tersebut memperhatikan berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan karier aparatur berdasarkan pangkat dan golongan, analisa jabatan, serta penilaian terhadap kualitas dan kecakapan aparatur.

"Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja, melalui pengisian dan penataan formasi jabatan yang diperlukan," kata Hanan.

Ia berharap kepada semua pihak dapat memahami secara positif tentang mekanisme dan esensi penting dari pelantikan. Ia juga mengingatkan agar para pejabat tetap menjaga amanah yang diemban.

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help