TribunLampung/

Menari Latin Butuh Totalitas dan Chemistry

Karena dansa ini dilakukan berpasangan, sehingga membutuhkan totalitas dalam tiap gerakannya.

Menari Latin Butuh Totalitas dan Chemistry
Tribunlampung/Ferika
Orima 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ferika Okwa Romanto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Orima suka dan aktif menari sejak masih berusia tiga tahun. Khususnya tari latin, atlet tari latin ini bercerita, saat masih di bangku kelas enam sekolah dasar. Di mana, ia mengawali hobinya dari belajar ballet, tari kreasi modern, hingga menekuni dansa sebagai pilihannya.  

Baca: Orima, Sosok Penari Latin Asal Lampung dengan Segudang Prestasi

“Simpelnya, aku suka semua yang berbau seni. Di antaranya, musik, tari, melukis, modelling, dan berhubugan dengan dunia entertainment sejenisnya. Ditanya soal kenapa suka dengan tari latin? Jawabnya, karena aku ngeliat tarian ini bukan cuma hobi, tapi kebutuhan, komitmen, profesionalisme, dan tanggung jawab,” ungkap cewek berkulit eksotis ini.

Menurutnya, tari latin bukan sekedar gerak seni yang menawarkan keindahan. Tapi juga dituntut memiliki kekuatan fisik yang baik, rutinitas latihan yang cukup, karakter, teknik, kelincahan, pakaian, dan chemistry. Karena dansa ini dilakukan berpasangan, sehingga membutuhkan totalitas dalam tiap gerakannya.

Baca: Wakapolsek Pimpin Langsung Penggrebekan Pesta Narkoba, Saat di Lokasi Ini yang Terjadi

“Lewat dansa semua elemen harus main, mulai dari busana, penari dan pasangannya, ketukan musiknya, dan detail lainnya. Sebab ketika satu lost atau gagal, impact-nya berpengaruh kepada semuanya. Contohnya salah gerakan atau cara melangkah saja, bisa rusak semua suguhan tari yang dilakukan,” ujar Orima.(fer)

Penulis: Ferika Okwa Romanto
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help