TribunLampung/

Pak Ogah Kembali Marak di Jalan Bandar Lampung, Begini Kata Polisi untuk Mengatasinya

Pak Ogah Kembali Marak di Jalan Bandar Lampung, Begini Kata Polisi untuk Mengatasinya

Pak Ogah Kembali Marak di Jalan Bandar Lampung, Begini Kata Polisi untuk Mengatasinya
Pak Ogah di u turn di bandar lampung 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Sholichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Kehadiran 'pak ogah' diresahkan sejumlah pengendara kendaraan bermotor.

Persoalan 'pak ogah' yang mengatur lalu lintas seperti ini sebenarnya beberapa waktu lalu sudah pernah sempat terjadi dan sudah sempat diamankan para pelakunya.

Baca: Geger! Fatwa Ulama di Arab Saudi Perbolehkan Muslim Salat di Gereja dan Sinagoga

Menurut Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung Kompol Syouzarnanda Mega, pelaku sudah pernah ada beberapa yang dibina dan diminta membuat surat pernyataan dengan orangtuanya agar tidak mengulangi lagi.

"Namun seiring berjalannya waktu, muncul lagi tapi tidak tahu apakah dengan orang yang sama atau berbeda lagi. Tapi yang pasti ini sebenarnya bukan hanya tanggungjawab Sat Lantas saja tapi juga kita semua mulai dishub, satker lain seperti Sabhara ataupun TNI yang bisa turut menertibkan apabila menemukan," ungkapnya, Minggu, 12 November 2017.

Nanda menjelaskan, keterbatasan anggota Satuan Lantas yang mengatur lalu lintas juga menjadi kendala tersendiri dalam rangka penertiban pengaturan lalu lintas di jalan perkotaan.

"Karena kan anggotanya yang mengatur memang terbatas hanya 120 saja mengurusi seluruh ruas jalan perkotaan di Bandar Lampung. Selain menjalankan pengaturan, ada kegiatan-kegiatan lain yang harus dikerjakan," terangnya.

Langkah-langkah kedepan yang akan dilakukan dalam penanganan 'pak ogah' tersebut yakni akan melaksanakan koordinasi dengan kepala satuan (kasat) lainnya, reserse, sabhara karena ini sudah mengganggu dan akan dilaporkan juga ke Kabagops dan Kapolres supaya persoalan ini diatensi.

Baca: Alasan Koalisi Masyarakat Sipil Desak Presiden Joko Widodo Segera Ganti Panglima TNI

Masyarakat sebagai pengendara di jalan raya pun diimbau agar jangan sampai memberi uang kepada 'pak ogah' yang menjalankan aksinya dengan mengatur kendaraan di jalan raya.

"Karena kalau masih diberi dikhawatirkan akan membuat lebih besar lagi harapan mereka sehingga akan beraksi terus. Jadi, jangan sekali-sekali dikasih karena mereka bakal muncul terus. Dan jangan takut kalau ada apa-apa bisa melapor ke polsek/polresta," kata Nanda.

Sementara, bagi anak-anak pelaku yang sudah dibimbing dan diimbau untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. "Namun jika mereka tetap saja membandel dan diperlukan tindakan represif maka akan dilakukan dan diproses secara hukum," tukasnya.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help