TribunLampung/
Home »

Video

Berita Video Tribun Lampung

(VIDEO) Palu Hantam Kepala Merdi di Tengah Kerasnya Dentuman Suara Musik

(VIDEO) Palu Hantam Kepala Merdi di Tengah Kerasnya Dentuman Suara Musik

Laporan Reporter Tribun Lampung Okta Kesuma Jatha

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Petugas Polsek Kedaton menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Merdi Irawan, pelajar yang ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Kapten Abdul Haq, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, Senin, 13 November 2017.

Baca: Forum Otomotif Lampung Minta Dukungan Polisi dalam Tertib Lalu Lintas

Dalam rekontruksi tersebut, polisi menghadirkan langsung pasangan suami istri, Agus Nawi (23) dan Rita Lia Eviyana (20) yang merupakan tersangka pembunuhan. Ratusan  warga Rajabasa Bandar Lampung berbondong-bondong datang menyaksikan rekontruksi tersebut.

Baca: (VIDEO) Sempat Bilang Broken Home dan Cerai, Kakek Ini Ditemukan Tewas di Kamar Kos

Dua tersangka pembunuhan tersebut diteriaki oleh warga setempat. “Oh ini ya pelaku pembunuhan itu, dasar enggak mikir, tembak lagi aja pak biar kapok,” teriak warga di lokasi rekonstruksi. Hal serupa dilontarkan warga lainnya, “Hidup kok jadi pembunuh, kalau bunuh karena ingin punya motor, kerumah saya saja mas,” kesal warga.

Kapolsek Kedaton Kompol Bismark yang memimpin adegan rekonstruksi. Sebanyak 37 adegan diperagakan saat rekontruksi. Adegan pertama diawali ketika tersangka 1 Agus Nawi berkeluh kesah menceritakan kepada istrinya, Rita Lia, dipukuli seseorang saat diajak oleh Merdi Irawan (korban)  ke warung remang-remang.

Saat dipukuli, Merdi yang masih berstatus pelajar, tidak membantu Agus Nawi. Dari obrolan tersebut, timbul rencana untuk membunuh korban. Rencana pertama mereka awalnya hendak meracuni korban setelah sampai dikosan. Karena korban tidak kunjung datang, akhirnya tersangka Rita menyusul korban, sedangkan suaminya menunggu di rumah kontrakan.

“Kamu ditunggu suami saya di kosan, kebetulan ada cewek baru di sebelah kosan,” ajak Rita kepada Merdi saat itu. Sesampainya Merdi dikosan, tersangka Agus menyuruh korban untuk membeli tuak. Lantas Rita menanyakan kepada suaminya. “Itu saya sudah susul dia, kok enggak dibunuh,” tanya Rita

“Enggak segampang itu membunuh orang,” jawab Agus kepada istrinya seraya mengatakan sedang memikirkan cara untuk menghabisi Merdi. Tidak lama kemudian Merdi datang membawa tuak, lalu tersangka Agus bersama Merdi minum tuak bersama-sama.

Halaman
12
Penulis: Okta Kusuma Jatha
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help