TribunLampung/

Perda Penyelenggaraan Transportasi Disahkan, Ini Harapan Warga Bandar Lampung

Perda Penyelenggaraan Transportasi Disahkan, Ini Harapan Warga Bandar Lampung

Perda Penyelenggaraan Transportasi Disahkan, Ini Harapan Warga Bandar Lampung
Tribunlampung.co.id/Perdiansyah
Ratusan sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi mempertanyakan keabsahan ojek online, Kamis, 2 November 2017 

Laporan Reporter Tribun Lampung Yoga Noldy Perdana

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG  - DPRD Bandar Lampung mengesahkan peraturan daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Transportasi, Senin, 14 November 2017.

Ketua Pansus Perda Penyelenggaraan Transportasi Imam Santoso mengatakan, beberapa poin yang diatur dalam perda itu adalah mengenai pengaturan laik jalan kendaraan, perubahan trayek, usia kendaraan demi kenyamanan penumpang, dan angkutan online.

Baca: (VIDEO) Remaja Jambret di 7 Tempat, Aksinya Terbongkar Setelah Polisi Melakukan Hal Ini

Sebelum disahkan, perda ini telah dibahas di dalam internal pansus maupun pembahasan bersama Tim Pembahasan Pemerintah Kota Bandar Lampung, Sat Lantas Polresta Kota Bandar Lampung, Organda Kota Bandar Lampung, dan Dinas Perhubungan.

"Salah satu yang diatur dalam perda ini ialah untuk umur kendaraan angkutan umum yang boleh beroperasi di dalam kota ialah kendaraan dengan maksimal paling tua 12 tahun,”ujarnya.

Bagi angkutan umum yang umur produksi lewat dari 12 tahun, akan dialihkan atau dipindahkan sebagai angkutan penghubung dan angkutan penunjang.

Untuk perubahan trayeknya, angkutan akan menunggu Perwali secara teknisnya. Perda ini juga akan diterapkan uji laik jalan bagi semua angkutan nantinya.

Baca: Cantiknya Kebangetan, Istri Bupati Tampan Ini Dikira Artis Hollywood

Tiara, warga Way Kandis, menyambut baik adanya perubahan trayek angkutan umum yang diatur dalam perda, Ia mengimbau agar lokasi-lokasi yang selama ini tidak terjangkau oleh angkot bisa dilalui.

“Selama ini banyak lokasi-lokasi yang tidak terjangkau oleh angkutan umum. Mudah-mudahan dengan adanya perda ini bisa diatur atau diprioritaskan pada titik titik tersebut, termasuk daerah saya juga harus jalan jauh dulu baru bisa naik angkot,”ujarnya.

Hal serupa juga diutarakan oleh Widya, warga Langkapura, yang daerahnya tidak terjangkau oleh angkutan umum.

“Pokoknya gimana caranya agar daerah saya dan tempat-tempat lain juga yang susah angkot itu bisa terjamah, sehingga warga bisa mengakses kendaraan dengan mudah pula,”tuturnya.

Penulis: Yoga Noldy Perdana
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help