TribunLampung/

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas
Tribun Jateng
Siswa sekolah kader desa Brilian tunjukkan ikan Sidat yang dibudidayakan di kolam. 

Apalagi, pengunjung pasti tahu, warung makan ini dikelola anak-anak desa putus sekolah yang tengah berjuang membangun usaha untuk mengembangkan pendidikan mereka.

Baca: Wanita Ini Digerayangi Pria Saat Memangku Bayi, Lihat Videonya

"Kami memang niatnya promo awalnya, agar masyarakat gemar makan Sidat, sehingga Sidat lokal ini tidak terus diekspor ke luar negeri,"katanya, Selasa, 14 November 2017.

Ternyata perkiraannya meleset. Berapapun stok Sidat yang tersedia di warung, selalu habis dipesan orang yang membelinya dengan tarif ikhlas.

Namun, tak dinyana, hanya sedikit uang yang masuk ke dalam kas.

Beberapa rombongan pengunjung yang datang memakai mobil itu ternyata tak berperasaan.

Mereka memesan menu sepuasnya, namun tak ikhlas membayar dengan uang pantas.

Adib pun kemudian menutup promo itu dengan beban kerugian yang sangat besar.

Karena lebih banyak orang yang makan tanpa bayar, warung ini rugi sebesar Rp 50 juta.

"Ada yang datang rombongan 15 orang, 30 orang, semua dipesan. Tapi selesai makan hanya mengasih amplop satu, isinya Rp 50 ribu. Padahal mereka tahu, usaha ini untuk kembangkan pendidikan anak desa,"katanya.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help