TribunLampung/

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas

Rumah Makan Dikelola Anak Putus Sekolah Nyaris Bangkrut Gara-gara Orang Kaya Bayar Tak Pantas
Tribun Jateng
Siswa sekolah kader desa Brilian tunjukkan ikan Sidat yang dibudidayakan di kolam. 

Adib tentu saja tak habis pikir, banyak pelanggan yang sedemikian tega.

Baca: Terungkap Fakta Baru Kasus Pasangan yang Ditelanjangi karena Diduga Mesum

Ia pun kebingungan menambal kerugian sebesar itu lantaran usaha ini dibangun di atas jerih payah anak-anak miskin desa.

Namun Adib memilih membuang jauh kekesalannya terhadap orang-orang itu. Meski tekor, usaha kuliner ini tidak boleh tutup.

Para kader masih menaruh harapan dari usaha itu untuk menutup biaya hidup dan pendidikan mereka.

Adib optimis, dari sekian banyak pengunjung yang datang menikmati menu promo, tidak semuanya kranjingan. Ada yang benar-benar serius ingin menjajal menu Sidat dan jadi pelanggan loyal.

"Yang sudah cocok dengan menu Sidat di sini, pasti akan datang lagi untuk membeli dan jadi pelanggan loyal,"katanya.

Keyakinan Adib terbukti. Meski sempat rugi di awal, usaha rumah makan kampung Sidat kini sudah mulai meraup untung.

Di hari biasa, 2 hingga 3 kilogram Sidat yang diolah jadi beragam menu ludes terjual di warung itu.

Pada hari Sabtu atau Minggu, 5 kilogram Sidat bisa habis dibeli pelanggan yang membludak di warung tersebut.

Halaman
1234
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help