TribunLampung/

Makamnya Dibongkar Setelah 9 Hari Dikubur, Pihak Keluarga Nilai ada Kejanggalan

Makamnya Dibongkar Setelah 9 Hari Dikubur, Pihak Keluarga Nilai ada Kejanggalan

Makamnya Dibongkar Setelah 9 Hari Dikubur, Pihak Keluarga Nilai ada Kejanggalan
Tribunlampung.co.id/Tri Yulianto
Tim Forensik RSUDAM melakukan autopsi terhadap jasad Ferdi Aprianto (19), warga Pekon Datar Lebuai, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin, 27 November 2017. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTAAGUNG - Tim Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) melakukan autopsi terhadap jasad Ferdi Aprianto (19), warga Pekon Datar Lebuai, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Senin, 27 November 2017.

Autopsi dilakukan di lapangan tepatnya di TPU Dusun Bringin 4, Pekon Datar Lebuai, dipimpin Kombes Adang Azhar.

Baca: Waspada! BMKG Prediksi Besok Terjadi Badai di Sumatera, Bagaimana dengan Lampung?

Menurut Kapolsek Pulau Panggung AKP Budi Harto, autopsi dilakukan untuk penyelidikan penyebab kematian Ferdi.

Sebab pihak keluarga melaporkan adanya kejanggalan setelah Ferdi dimakamkan.

Ferdi meninggal dunia karena tenggelam di sungai Sangarus ketika mencari ikan, Minggu, 19 November 2017.

Saat itu korban sempat hilang selama dua jam dan ditemukan sudah meninggal. Kemudian pihak keluarga langsung memakamkannya.

"Saat kejadian sampai pemakaman, pihak keluarga dan masyarakat tidak melaporkan. Setelah dimakamkan baru keluarga melapor dan menduga ada penyebab lain kematian selain karena tenggelam," ujar Budi Harto.

Polsek Pulau Panggung sudah melakukan olah TKP.

Diketahui korban bersama empat temannya, Kardiman (46), Dwi Karsono (20), Tukirin (37) dan Paino (35) ke sungai Sangarus untuk mencari ikan gunakan setrum listrik dari genset.

Baca: Usai Dobrak Pintu Suradi dan Warga Saksikan Tubuh Pria yang Sedang Dikerubungi Lalat

Setelah tiba di sungai dan sudah kurang lebih dua jam mencari ikan, korban tidak terlihat.

Sebelum menghilang posisi korban berada di tepian sungai.

"Hasil olah TKP, dan pemeriksaan jasad tentu dapat menentukan apakah kejadian tersebut murni kecelakaan atau ada faktor lain, nanti akan kami informasikan perkembangannya," ujar Budi.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help