TribunLampung/

Pembuatan Jembatan Darurat Penghubung Krui-Liwa Belum Rampung, Ini Alasannya

Pembuatan Jembatan Darurat Penghubung Krui-Liwa Belum Rampung, Ini Alasannya

Pembuatan Jembatan Darurat Penghubung Krui-Liwa Belum Rampung, Ini Alasannya
Tribunlampung.co.id/HO
jembatan bailey 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Cuaca ekstrem yang menerpa Pesisir Barat membuat pembangunan jembatan darurat  yang menghubungkan Krui-Liwa, terhambat.

Kepala Dinas Perhubungan Pesisir Barat Hendri Dunan mengaku cuaca di Pesisir Barat memang sedang tidak bersahabat, sehingga pembangunan jembatan darurat yang direkayasa dengan timbunan tanah terkendala karena cuaca.

Baca: Beredar Pamflet Partai Komunis Mahasiswa di UIN Walisongo, Ini Dugaannya

"Luar biasa cuaca di Pesisir Barat ini, terpaksa tunggu cuaca reda baru dilanjutkan," ujar Hendri, Minggu 3 Desember 2017.

Walau demikian, pihaknya sementara waktu membuat sistem buka tutup agar kendaraan bisa melalui jalan ambles lewat bawah.

"Jadi untuk sementara kami arahkan ke bawah, dengan sistem buka tutup, ini kalau air tidak pasang, dan hanya bisa mobil engkel dan kecil, kalau pun pasang, masyarakat yang menyeberang bis agunakan perahu karet," ujarnya.

Hendri menuturkan perencanaan jembatan darurat di Pesisir Barat tidak menggunakan jembatan baliey lagi, namun rekayasa timbunan tanah.

"Kami membuat proses penimbunan tanah dengan penahannya dari batang kelapa dan di bawahnya pipa diameter 1 meter dengan isian 8 untuk irigasi," ujarnya.

Pembangunan jembatan dengan rekayasa timbunan tanah ini, dikarenakan jembatan Bailey terbatas tonase.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help