TribunLampung/

Warga Rangai Tritunggal yang Rumahnya Rusak Dihantam Ombak Mulai Masuk ke Tenda Pengungsian

Warga Rangai Tritunggal yang Rumahnya Rusak Dihantam Ombak Mulai Masuk ke Tenda Pengungsian

Warga Rangai Tritunggal yang Rumahnya Rusak Dihantam Ombak Mulai Masuk ke Tenda Pengungsian
Tribunlampung.co.id/Dedi Sutomo
tenda pengungsian desa rangai tritunggal, Lampung Selatan 

Laporan Reporter Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNGSELATAN - Warga Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung,  yang rumahnya rusak parah terhantam ombak, memilih tinggal di tenda pengungsian.

Kepala BPBD Lampung Selatan, M. Darmawan mengatakan pihaknya telah membuat tenda sejak Kamis, 30 November 2017 lalu.

Baca: Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akan Beri Bantuan Warga yang Rumahnya Rusak Tersapu Ombak

Tetapi saat itu belum banyak warga yang rumahnya rusak terhantam ombak mengungsi ke tenda.

“Sejak Kamis lalu sudah kami dirikan (tenda). Tapi tidak banyak yang mengungsi ke tenda. Karena mereka mengungsi ke tempat kerabatnya. Tapi Sabtu, kemarin dan hari ini mulai banyak yang mengungsi ke tenda,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Minggu, 3 Desember 2017.

Menurutnya, warga beralasan tidak enak terlalu lama tinggal di tempat kerabatnya.

Sampai dengan sore ini ada sekitar 5 keluarga yang tinggal di tenda yang disiapkan oleh BPBD Lampung Selatan. Pemkab juga menyiapkan dapur umum untuk warga.

“Rata-rata yang mengungsi ke tenda, karena rumahnya rusak parah terhantam ombak. Kami sudah memberikan bantuan sembako, serta juga menyiapkan dapur umum dari dinas sosial dan PMI,” kata Darmawan.

Baca: Anggota Polisi dan Jaksa Jadi Korban Developer PT Patala Global Perdana, Kok Bisa?

Ia menambahkan, dalam dua hari terakhir kondisi cuaca di pesisir pantai Rangai Tritunggal sudah kembali normal.

Tetapi, dirinya meminta warga untuk tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih mungkin terjadi.

“Kami tetap meminta warga yang tinggal di pesisir pantai waspada. Karena cuaca ekstrem masih mungkin kembali terjadi. Apalagi biasanya memasuki akhir tahun kondisi cuaca cenderung ekstrem,” tandas Darmawan.

Penulis: Dedi Sutomo
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help