TribunLampung/

Astaga! Ditabrak Seekor Burung selama Penerbangan, Ujung Sebuah Pesawat Jet Hancur dan Berlubang

Pesawat tersebut sebelumnya meninggalkan Bandara Sheremetyevo, Moskow saat tiba-tiba serangan burung terjadi dan jet itu mulai turun.

Astaga! Ditabrak Seekor Burung selama Penerbangan, Ujung Sebuah Pesawat Jet Hancur dan Berlubang
dailymail/allaboutbirds
Sebuah pesawat jet mengalami kerusakan parah di kerucut hidung depannya setelah ditabrak seekor burung selama penerbangan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID --Sebuah pesawat jet Aeroflot dibiarkan terbengkalai dengan sebuah lubang yang menganga di ujung hidungnya.

Kerucut hidung pesawat jet tersebut hancur setelah menabrak seekor burung di tengah penerbangan menuju Pulkovo International Airport di St Petersburg, Rusia.

Pesawat tersebut sebelumnya meninggalkan Bandara Sheremetyevo, Moskow saat tiba-tiba serangan burung terjadi dan jet itu mulai turun.

Baca: 7 Permen Aneh Ini Bikin Mual Duluan Sebelum Dimakan, Berani Coba?

Sebuah postingan yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat tersebut dibiarkan tak beroperasi.

Ujung depan pesawat tampak rusak parah, namun untungnya tak ada seorang pun penumpang pesawat yang terluka.

Pesawat pun mendarat di tempat tujuan dengan selamat.

Baca: Merasa Terancam Pasca-putus, Remaja di Bawah Umur Bunuh Pasangan Gay-nya dan Jejalkan Mayat di Koper

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (6/12/2017), Margarita Potekhina, seorang juru bicara dari Bandara Internasional Pukovo menyatakan jika tidak ada masalah saat pendaratan karena insiden ini.

Ia membenarkan, pesawat tersebut telah berhenti beroperasi dan telah diperbaiki.

Para ahli burung mengatakan, kemungkinan besar merupakan jenis Burung Kormoran yang menjadi pemandangan umum di daerah ST Petersburg.

Baca: Kampung Ini Hanya Dihuni Perempuan, Cara Hamilnya Nggak Nyangka Banget

"Ini akan dianggap sebagai kecelakan yang sangat penting. Tentu saja ada mesin khusus untuk mengusir burung di bandara, ada pula layanan khusus yang menangani masalah ini. Tapi, sangat tidak mungkin untuk mendapatkan perlindungan 100 persen," terang Vadim Bazykin, seorang pakar burung dari Rusia. (TRIBUNNEWS.COM/Salma Fenty Irlanda)

Penulis: Salma Fenty Irlanda
Editor: Salma Fenty Irlanda
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help