Heboh Ustazah Nulis Ayat Alquran Salah Fatal - Ini Fakta - fakta tentang Ustazah Nani Handayani

Heboh Ustazah Nulis Ayat Alquran Salah Fatal - Ini Fakta - fakta tentang Ustazah Nani Handayani

Heboh Ustazah Nulis Ayat Alquran Salah Fatal - Ini Fakta - fakta tentang Ustazah Nani Handayani
Ustadzah Nani Handayani 

@mutolibabdl: @handayani_nani Maaf ya Bu... Kalau menurut saya mending mundur saja dari acara itu, daripada anda dibilang menyesatkan ummat, dan untuk @Metro_TV tolong kaji ulang acara dan pembawa acara ini..

@adiaqa: @handayani_nani Maaf ibu Ustadzah.... melihat kesalahan terjadi bkn hanya 1x... Saya sbg orang awam malah bertanya2 apakah ini ketidaksengajaan atau ketidaktahuan..?

@abdulroufmahfud: @handayani_nani Saran saya, sebaiknya ibu belajar lagi sama kyai/ustadz dari pesantren, jangan dari terjemahan. Ilmu itu ada gurunya, tidak bisa dipelajari sendiri. Semoga jadi pelajaran. Mohon maaf

Tapi ada juga yang membela sang ustadzah dan menyalahkan stasiun TV bersangkutan

@EndjahH: @handayani_nani @andre_qoje Kesalahan utama bukan pd Ibu, tapi pada @Metro_TV yg kurang proper dlm menentukan qualitas Narasumber. Sebaiknya ibu Tolak dulu tampil diTV

@musthafanet: @handayani_nani pertanyaannya, kok berulang di video lain juga bu? ini yg nulis ibu atau pihak metro tv?

2. Kader Partai DPP PKS

Tak hanya membahas tentang kesalahan ayat itu, sejumlah netizen pun mengungkap tentang ustazah tersebut.

Salah satunya tentang keterlibatan sang ustazah dalam sebuah partai di Indonesia.

Lalu tribun-timur.com menulusuri akun twitter ustazah Nani Handayani @handayani_nani, tampak dia me-retweet postingan twitter DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

"Kader Perempuan PKS Harus Siap Jadi Pelopor bagi Rakyat," tertulis pada akun DPP PKS tersebut dengan melampirkan sebuah link web PKS.

Postingan itupun langsung dikomentari sejumlah netizen. Mereka masih mengaitkan dengan masalah kesalahan penulisan ayat Al Quran.

@muslihu00734327: Belajar dulu bu, waduhh...

@Ftanjuang75: @PKSejahtera Sudah perlu dn mndesak @Kemenag_RI utk mngeluarkan sertifikasi kpd juru dakwah. Jgn kpd guru2 sekolah sj. Brbahaya jk ini trlalu lma didiamkan di Nkri yg brlandaskan Pancasila.

@5wanlake: Sebelum jadi pelopor, sebaiknya les baca tulis bahasa Arab dulu. Akan lebih berfaedah bagi ummat.

@b4ndi17: Saran u DPP Pks. Mmg manusia tak luput dari salah dan lupa. Tapi kejadian kesalahan penulisan teks arab oleh Nani Handayani sangat mempermalukan PKS. Lebih baik dibuang dulu gelar ustadzahnya. Sy yg awam pun berani adu imla' sm bu Nani. Dan disarankan berhenti dulu dr metro tv.

Logo Partai PKS ()
Diketahui, Ustadzah Nani Handayani adalah seorang wanita yang aktif berdakwah dan berpartai di Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dia tercatat sebagai salah satu pengurus BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPP PKS.

Dalam beberapa kesempatan ustadzah Nani Handayani sering memberikan pelatihan dan ceramah kepada kader keluarga PKS.

3. Metro TV menyampaikan permintaan maaf secara resmi

Ustadzah kondang Nani Handayani mendadak menjadi buah bibir Netizen Indonesia menyusul kesalahan fatal dalam penulisan ayat Al-Qur’an saat memberi tausiyah di program Syiar Kemuliaan yang ditayangkan Metro TV pada Selasa (5/12/2017).

Kesalahan fatal tersebut terdapat pada penulisan ayat Al-Qur’an tentang anjuran sholat dan anjuran meneladani Rasulullah yang tertulis di dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Ankabut Ayat 45 dan Al Ahzab Ayat 21.

Baik Nani Handayani maupun pihak Metro TV telah menyampaikan permintaan maafnya terkait kesalahan fatal tersebut.

“Metro TV memohon maaf atas terjadinya kesalahan yang tidak disengaja pada program Syiar Kemuliaan dan kami akan menjadikan hal ini sebagai koreksi kami ke depan,” demikian klarifikasi pihak Metro TV via pernyataan tertulis Selasa (5/12/2017).

Permintaan maaf resmi Stasiun Metro TV
Permintaan maaf resmi Stasiun Metro TV ()

“Metro TV meyakini bahwa Ustadzah Nani Handayani adalah seseorang yang berkompeten dalam bidangnya. Kami memohon agar dapat dibukakan pintu maaf atas kekeliruan yang terjadi pada program Syiar Kemuliaan,” tulis surat permintaan maaf tersebut.

Editor: taryono
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved