TribunLampung/
Home »

Bisnis

» Makro

Inflasi Indeks Harga Konsumen di Lampung di Bawah Inflasi Nasional

Inflasi Indeks Harga Konsumen di Lampung di Bawah Inflasi Nasional . . . . .

Inflasi Indeks Harga Konsumen di Lampung di Bawah Inflasi Nasional
Shutterstock / Kompas.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan November 2017 di Provinsi Lampung tercatat sebesar 0,19% (mtm) dan secara tahunan sebesar 3,21% (yoy).

Tekanan inflasi bulanan tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan inflasi di Sumatera dan nasional yang tercatat masing-masing sebesar 0,35% (mtm) dan 0,20% (mtm).

Lebih rendah dibandingkan pola historisnya dalam 3 tahun terakhir dengan rata-rata 0,52% (mtm).

Deputi Direktur Bank Indonesia KPw Lampung Noviarsano Manulang dalam keterangan resmi, Rabu, 6 Desember 2017 menjelaskan, tekanan inflasi November 2017 terutama bersumber dari kenaikan harga kelompok pangan (volatile food) karena kenaikan harga komoditas pangan utama seperti bawang merah, cabai merah dan beras serta kelompok harga yang ditetapkan pemerintah (administered prices) karena kenaikan harga rokok.

"Secara kumulatif sejak awal tahun 2017, inflasi IHK Lampung tercatat masih terjaga di level yang cukup rendah yakni sebesar 2,57% (ytd), atau masih di bawah tingkat inflasi nasional sebesar 2,87% (ytd). Sehingga diperkirakan dapat mendukung pencapaian sasaran inflasi tahun 2017 sebesar 4±1%," paparnya.

Lebih lanjut, tingginya tekanan inflasi dipicu oleh kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan yang utamanya dipengaruhi oleh faktor cuaca yang kurang kondusif.

Selain itu, tekanan harga pangan bulan ini juga dipengaruhi oleh pergeseran harga beras medium ke premium sebagai konsekuensi dari penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Untuk diketahui, harga beras medium di penggilingan mengalami kenaikan sebesar 2,08% (mtm) untuk menyesuaikan harga beras premium.

Peningkatan harga pada rokok terjadi seiring dengan rencana kenaikan tarif cukai rokok di Januari 2018 sebesar rata – rata tertimbang 10,54%.

Peningkatan juga terjadi pada Bahan Bakar Rumah Tangga seiring dengan keterbatasan pasokan serta adanya pengaruh kenaikan harga elpiji di pasar dunia.

Menghadapi kondisi tersebut, TPID bersama dengan Satgas Pangan provinsi Lampung melakukan beberapa langkah, antara lain menjaga ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok dalam jumlah yang memadai dan harga yang terjangkau serta upaya menjaga kelancaran distribusi pasokan komoditas dari dampak gangguan cuaca maupun bencana alam yang dapat terjadi.

Selanjutnya, merumuskan tarif angkutan secara bijak serta memantau implementasinya, menunjuk Badan/Lembaga untuk mengawasi kualitas dan peredaran beras premium dan medium serta sosialisasi penerapan HET kepada masyarakat serta mendorong masyarakat untuk merencanakan liburan akhir tahun dengan lebih baik antara lain dengan pemesanan tiket angkutan lebih awal, sehingga dapat mengurangi lonjakan permintaan di akhir tahun.

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help